Yamaha Jupiter 2004, skill saja kurang!

Tabloid Motor Plus - Edisi 954
20 Juni 2017

Tabloid Motor Plus - Edisi 954

Bertarung di sirkuit grasstrack, wajib punya kuda pacul mumpuni baik. / Foto : Silo

Motor Plus
Buat naikin power dan nambah torsi, silinder dijejali piston berdiameter 52,5 mm yang comot keluaran SRP. Tak hanya itu, stroke ikut dinaikan jadi total 57,9 mm. Kalau dihitung pakai rumus silinder, didapat volume 125,27 cc. Ini modal buat bertarung di kelas bebek modifikasi 130 cc.

Untuk memenuhi kebutuhan campuran gas yang ikut nambah, klep masuk dan buang diganti lebih besar pakai produk BRT-Bintang Racing Team. Diameter payungnya 28/23,5 mm (in/ex). Dilanjut oprek profil noken as, dengan durasi 275° di bagian in dan 276° pada ex.

“Rinciannya, klep masuk dibikin membuka di 35° sebelum TMA dan menutup di 60° setelah TMB. Sedangkan klep buang membuka 55° sebelum TMB dan menutup 41° setelah TMA. Rasio kompresi bermain di angka 12,5:1, untuk menenggak Pertamax Turbo,” ucap tuner bengkel SHT Sunda Pride Jl. Wanaraja, Garut, Jawa Barat ini.

Supaya laju motor tetap stabil nge-jump di table top atau melahap tikungan, sok depan dijejali upside down milik Honda CR 85. Sementara di zona belakang pakai double shock keluaran Kayaba warna merah.

Sebelumnya, swing arm diganti pakai punya Kawasaki Kaze. “Kombinasi ini membuat ayunan kaki-kaki tetap diam saat si Egy fight di trek lurus maupun tikungan. Namun soft ketika ajak terbang-terbang,” tambah sang mekanik.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI