Honda BeAt 2011, klep standar lawan bebasan

Tabloid Motor Plus - Edisi 957
18 Juli 2017

Tabloid Motor Plus - Edisi 957

motor ini juara 3 kelas all matic di E event Sentul Gede dan podium 2 kelas all matic Honda di D event Sentul Karting. / Foto : Teguh

Motor Plus
Meski mengusung diameter klep standar, Honda Beat garapan Com Speed Feat Annisa Jaya, mampu menekuk perlawanan skubekskubek bermesin tune up. Baik saat berlaga di sirkuit Sentul besar maupun Sentul Karting, Bogor, Jawa Barat.

“Terakhir, motor ini juara 3 kelas all matic di E Event Sentul Gede dan podium 2 kelas all matic Honda di D Event Sentul Karting,” bilang Bronk si empunya motor. Lengkapnya, mari kita skrut BeAT garapannya. Fahrul Komeng, selaku mekanik menggunakan piston kepunyaan Kawasaki Blitz Joy oversize 100, alias berukuran 57 mm.

“Piston ini dipilih karena terkenal kuat dan tahan kompresi tinggi. Makanya, berani pasang rasio kompresi 13 : 1. Ini didapat dari memberi jarak mendem sebanyak 0,5 mm dari bibir blok, saat piston berada di posisi Titik Mati Atas (TMA),” buka Komeng, dari Com Speed yang bengkelnya bermarkas di Jl. KH. Agus Salim, No 44, Bekasi, Jawa Barat.

Mengusung mesin 140 cc, penggunaan oil cooler wajib guna menjaga suhu mesin selalu optimal. Komeng menggunakan oil cooler kepunyaan Suzuki Satria F-150. Sementara untuk pengabut bahan bakar, dipercayakan pada Keihin PE 28. Setingan pilot jet dan main jet ketemum di angka 48/110.

Agar motor gesit saat keluar-masuk tikungan, magnet dikustom hingga berbobot hanya 600 gram. Ini, dikombinasi juga dengan penggunaan CDI racing keluaran BRT dengan tipe Dual Band,” sebut Wahyu Timur, yang juga kru tim. Sedangkan, di bagian CVT masih mengandalkan sudut puli standar.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI