Yamaha RX-100 1978, berawal dari motor angkut sayur

Tabloid Motor Plus - Edisi 970
13 Oktober 2017

Tabloid Motor Plus - Edisi 970

Motor ini, sebenarnya dedikasikan untuk almarhumah adik saya, Adisty yang sudah tenang di Surga.

Motor Plus
Reza Ananda Putra membeli Yamaha RX-100 masih bahan dari seorang petani di Pati, Jawa Tengah. “Awalnya, sudah dimodifikasi trail dari pemiliknya dulu. Karena memang untuk mengangkut sayur dari ladang,” buka Reza yang juga bagian dari Café Racer Owner Tangerang (CROT).

“Kebetulan sudah punya motor café racer, dan suka motor-motor bergaya vintage. Awal motor ini dibangun, belum kepikiran pakai full fairing. Seiring berjalan waktu, saya pakaikan fairing mengambil konsep dari Yamaha TZ,” lanjutnya. Indra

Jika Omesh punya Triumph Thruxton 900, Aditia Kurniawan member dari Café Racer Owner Tangerang (CROT) punya Yamaha Scorpio yang dimodif mirip tunggangan Omesh. “Sering banget kalau sedang di lampu merah diliatin orang-orang. Bahkan, ada yang bilang Omesh KW Super. Hehe,” bilang Adit, warga Cengkareng, Tangerang, Banten.

“Motor ini, sebenarnya dedikasikan untuk almarhumah adik saya, Adisty yang sudah tenang di Surga. Makanya, saya pilih warna putih di motor ini. Seperti hatinya, yang suci dan bersih. Motor ini juga sempat meraih juara 3 kelas Café Racer Under 250 cc di Suryanation Motorland, Tangerang, padahal motor belum 100% selesai,” bangga Adit. Indra

TEROMOL DEPAN MIO. Yang unik di bagian ini, yaitu penggunaan teromol belakang Mio yang dipasang di roda depan. Bukan hal yang sulit bagi Reza, karena dibantu rumah modifikasi Donbons Custom di Komplek Pinang Griya Permai, Blok C611, Ciledug, Tangerang. “Yang pasti, sedikit bagian rumah as rodanya beberapa penyesuaian,” sebut Reza.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI