MotoGP Seri IV, Jerez-Spanyol, Honda melepas karena ECU

Tabloid Motor Plus - Edisi 1001
11 Mei 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 1001

Tujuan utama penyeragaman ECU ini supaya tidak ada gap terlalu besar antara tim-tim pabrikan dan non-pabrikan dari segi kecepatan. / Foto : Honda racing, suzuki racing, red bull content pool.

Motor Plus
Dari empat seri yang sudah digelar tahun ini, hanya ada dua pabrikan yang mampu menapaki podium tertinggi, yakni Honda dan Ducati. Honda sendiri tengah mengungguli rival asal Italia tersebut dengan skor 3-1 berkat kemenangan di tiga seri terakhir (Argentina, Amerika dan Jerez). Honda seperti menjadi motor yang paling mudah dikuasai oleh riderridernya.

Baik itu Marc Marquez, Dani Pedrosa, Cal Crutchlow hingga Takaaki Nakagami. Jadi, tidak ada istilah Honda hanya bisa dikendalikan Marquez saja. Kunci penting Honda, juga Ducati adalah mereka berhasil menyesuaikan dengan regulasi ECU seragam yang dimulai pada 2016. Kilas balik pada tahun 2016 lalu, seluruh tim harus menggunakan ECU buatan Magneti- Marelli agar tingkat kompetisi MotoGP tetap terjaga.

Tujuan utama penyeragaman ECU ini supaya tidak ada gap terlalu besar antara tim-tim pabrikan dan non-pabrikan dari segi kecepatan. Sebelumnya Honda dan Yamaha mengembangkan ECU sendiri, sementara Suzuki buatan Mitsubishi, Aprilia buatan APX dan Ducati sejak dahulu menggunakan Magneti-Marelli. Ducati jelas tidak kesulitan ketika unifikasi atau penyeragaman ini diberlakukan, karena mereka sudah gunakan Magneti-Marelli sejak dulu.

Sementara, tim-tim lain jelas harus beradaptasi sekuat tenaga dengan ECU baru tersebut. Honda sendiri meskipun masih meraih gelar juara tahun 2016, banyak terbantu oleh Marquez yang mengubah gaya balapnya menjadi lebih “gila”. Memasuki tahun 2017 Honda membuat sebuah gebrakan dengan merekrut mantan personil Magneti- Marelli dan Ducati di masa lalu, Filippo Tosi.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI