Aksi teror bom Surabaya, ini motor yang digunakan pelaku

Tabloid Motor Plus - Edisi 1002
17 Mei 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 1002

Bom motor memang memiliki kekuatan ledakan yang lebih kecil ketimbang bom mobil yang digunakan dalam tragedi bom Bali maupun Kuningan. / Foto : KOMPAS/GARRY ANDREW LOTULUNG

Motor Plus
Kota Surabaya di Jawa Timur diguncang bom pada hari Minggu dan Senin (13- 14/5). Ada lima titik pengeboman sepanjang dua hari tersebut. Pada hari Minggu pagi, ada tiga gereja berbeda yang menjadi sasaran teroris. Yang pertama ada di Gereja Santa Maria, Ngagel. Lalu disusul di GKI Diponegoro dan GPPS Sawahan serta ledakan di Rusunawa Sidoarjo pada malam harinya.

Ledakan selanjutnya dan yang terbaru terjadi pada hari Senin di Mapolrestabes Surabaya. Para teroris hampir seluruhnya menggunakan sepeda motor dalam melakukan aksinya. Untuk kasus pengeboman di Mapolrestabes Surabaya ada dua unit motor yang dipakai untuk menjalankan aksinya. Berdasarkan rekaman video CCTV yang beredar kedua pelaku terlihat menggunakan motor Honda BeAT dan Honda Supra X 125.

Terlihat juga nomor polisi L 6629 NN untuk Honda BeAT dan L 3559 D untuk Honda Supra X 125. Yang menarik nomor polisi milik BeAT justru terdaftar sebagai motor Yamaha di Samsat terkait, kemungkinan besar para pelaku menggunakan nopol curian atau motor curian ketika menggunakan aksinya. Sementara itu, belum jelas jenis motor yang meledak di Gereja Santa Maria pada hari Sabtu.

Namun, menurut info yang beredar ada satu unit motor pelaku pengeboman yang kabur menggunakan Yamaha Jupiter Z bernomor polisi AG 4966 WI. Bukan kali ini saja para pelaku pengeboman menggunakan sepeda motor dalam aksinya. Beberapa tahun lalu, Mapolresta Solo pernah diguncang bom motor.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI