Honda CB450 K1 1969, kuatkan image Japanese

Tabloid Motor Plus - Edisi 1006
7 Juni 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 1006

Honda CB450 K1 1969. / Foto : SILO

Motor Plus
Ari Wibowo, punya taste tersendiri untuk menggambarkan sebuah genre dari aliran modifikasi scrambler. “Scrambler itu simple! Yang pasti bisa nyaman diajak riding. Kapan dan kemana? Siap gass..” ucap pria yang sudah beberapa kali melakukan modifikasi di Honda CB450 K1 miliknya ini.

Enggak heran kalau hasilnya CB450 K1 ini terlihat berkarakter. Bahkan, kesan Japanese motorcycle-nya dapet banget. Ini berkat racikan rumah modifikasi Protechnic, yang namanya sudah mampir ke Verona, Italia. Ciehhh.. Oh iya.., motor ini juga pernah beberapa kali sabet podium di kontes ternama di Indonesia. Ivan

RANGKA KUSTOM. Bagian rangka, doi sematkan kepunyaan sang kaka yakni Honda CB650. Hanya saja ada perubahan di bangian downtube. “Karena rangka CB650 menggendong mesin 4 silinder, sehingga disesuaikan bagian downtube agar dimensi mesin CB450. Tak hanya itu, agar bisa kokoh terpasang, dibuatkan juga engine mounting di beberapa bagian,” ucap Ari Supriyanto, owner Protechnic.

BODI KUSTOM & CAT. Dari bahan fiberglass dan plat besi, sekarang Protechnic lebih memilih menggunakan aluminium untuk membuat bodi scrambler CB450 ini. Bahan tangki, sepatbor depan-belakang dan cover aki pakai plat aluminium 3 mm. Proses pengerjaan ini, memakan waktu empat minggu. Bodi ini dipermanis, cat abuabu dari Sikkens.

PELEK DAN BAN. Hasilkan tampilan gagah ala scrambler, pelek dan ban dipilih ukuran berbeda. Area depan, mengadopsi pelek lansiran TK ukuran 2,50x19 dengan ban Shinko Big Block 120/90-17. Sedangkan, di area belakang dihuni pelek TK ukuran 3,50x17 dibalut ban merek yang sama dengan ukuran 140/70-17.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI