Grasstrack Pangandaran, terkena efek balap tanpa rekomendasi

Tabloid Motor Plus - Edisi 1008
28 Juni 2018

Tabloid Motor Plus - Edisi 1008

Grasstrack Pangandaran. / Foto : yeyep

Motor Plus
Sabar! Maksudnya begini, gelaran grasstrack dalam rangka HUT Bhayangkara di Sirkuit MD Ciparay Sindangsari, Cimerak, Pangandaran, Jawa Barat sepi starter. Kejuaraan bertajuk Motocross & Grasstrack Bhayangkara Cup Open 2018 ini dilaksanakan pada Hari Senin-Selasa (18-19/6).

Minimnya starter, disinyalir karena hari sebelumnya terdapat event balap yang tidak menggunakan rekomendasi IMI Jabar. Atau, biasa disebut dengan balap lokalan atau balap liar. “Sepi peserta, karena terdapat balap liar,” jelas Pimpinan Lomba Ai Rosidin.

Ai yang juga tokoh otomotif Pangandaran sangat menyesalkan dengan masih maraknya balap tanpa rekomendasi IMI Jabar. Jadi, efeknya seperti ini! Balap resmi jadi minim starter. Tercatat, hanya 109 starter yang mengikuti gelaran yang dipadati oleh penonton ini. Padahal dengan menempuh rekomendasi IMI Jabar, tujuannya untuk menghindari bentroknya gelaran serupa.

Masih menurut Ai, jika saja sudah tidak ada balap liar, maka akan sangat membantu dalam mengembangkan dunia otomotif khususnya grasstrack. Toh, meskipun peserta tidak membludak, jalannya lomba berlangsung sengit, sehingga membuat penonton sangat terhibur.

Berbagai manuver para tracker dan ketatnya persaingan, mengakibatkan beberapa tracker hilang kendali. Bahkan diantaranya terdapat motor yang harus dievakuasi karena sengitnya persaingan. Aksi memukau ditunjukan beberapa tracker, seperti Jefri asal tim dari Jakarta bersaing dengan tracker Adi Ceto.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI