Lebah: Inspirasi kebaikan

Majalah Mulia - Edisi 05/2019
8 Mei 2019

Majalah Mulia - Edisi 05/2019

Dalam susah maupun senang, dituntun untuk senantiasa berpandangan baik.

Mulia
Perhatikan lebah. Di manapun berada, ia tetap mencari kebaikan. Hatta berada di kawasan penuh dengan kotoran, tetap nalurinya ingin senantiasa berselancar ke segala penjuru, guna menemukan sekuntum bunga yang harum, untuk disedot sarinya.

Ia tidak akan pernah tertarik menyicipi ‘menu buruk’ yang terhidang di depan mata, meski itu jumlahnya melimpah ruah. Karena kebaikan yang dipandang, diakrabi, dan dikonsumsi. Selanjutnya kebaikan pula yang keluar dari dirinya.

Tidak hanya itu, bahkan kebaikan yang dihasilkan juga membuahkan kebaikan bagi orang lain. Bisa bikin kuat, sehat, bahkan mampu menyembuhkan mereka yang tengah tertimpa sakit. Itulah madu.

Sebagaimana firman Allah; “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarangsarang di bukitbukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempattempat yang dimuat manusia. Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).”

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” (al-Nahl: 68- 69)

Petunjuk Manusia

Apa yang terjadi pada lebah, sejatinya petunjuk bagi manusia. Karena pada hakekatnya, al-Qur’an dan seluruh isi alam ini, termasuk diri sendiri, merupakan ayat-ayat kebesaran Allah, bagi siapa yang mau berfikir.

Dan sudah barang tentu, keselamatan akan menyertai bagi mereka yang istikomah meniti jalan tersebut. Maka bagi manusia, mengakrabkan diri kepada kebaikan, menjadi keniscayaan. Dimulai dari pandangan. Baik itu pandangan lahir, maupun batin.

Majalah Mulia dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Edisi lainnya    Baca Gratis
DARI EDISI INI