Sebelum terbit dan terbenam matahari

Majalah Mulia - Edisi 05/2019
8 Mei 2019

Majalah Mulia - Edisi 05/2019

Oleh karena itu, mari siapkan diri, menjelang pagi, tepat usai Shubuh hingga matahari terbit, kita perbanyak bertasbih kepada Allah.

Mulia
Subhanallah, tidak ada waktu Allah hadirkan dalam kehidupan ini melainkan ada hikmah dan keutamaan bagi kehidupan umat manusia, terkhusus insan beriman, yang dimensinya tidak saja dunia, tetapi juga akhirat. Seperti waktu sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. Ada perintah yang sangat ringan untuk dikerjakan oleh kita semua, yakni bertasbih (mensucikan) Allah.

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالأِبْكَارِ

“Dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Ghafir/ Al-Mu’min: 55). Dalam penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah yang dimaksud bertasbih kepada Allah pada ‘asyiyy yaitu akhir siang dan awal-awal malam dan ibkaar yaitu awal siang (pagi hari) dan akhir-akhir malam. Sedangkan alibkar berarti awal siang (pagi hari).

Dengan demikian ada satu amalan penting yang memiliki banyak keutamaan jika dilakukan, yakni bertasbih kepada Allah. Rasulullah bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat timbangannya, dan sangat disenangi oleh Allah , yaitu, “Subhaanallah wa bihamdidhi subhaanallahil ‘adzhiim.” (HR. Ahmad).

Oleh karena itu, mari siapkan diri, menjelang pagi, tepat usai Shubuh hingga matahari terbit, kita perbanyak bertasbih kepada Allah . Demikian pula kala sore, menjelang matahari terbenam. Tidak bisa di atas sajadah, kita bisa melakukannya sembari di atas kendaraan perjalanan berangkat atau pulang bekerja. Alhamdulillah jika hal ini dapat menjadi kebiasaan hidup kita.

Majalah Mulia dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Edisi lainnya    Baca Gratis
DARI EDISI INI