Arus yang kuat membuat Abdul Qadir Jailani tak pernah patah semangat

Majalah Mulia - Edisi 06/2019
10 Juni 2019

Majalah Mulia - Edisi 06/2019

Abdul Qadir Jailani / Foto : imam nawawi/mulia

Mulia
Sosoknya tak lagi muda, namun kala diminta menyampaikan kisah perjalanan dakwahnya bersama Hidayatullah, pria humoris ini langsung bisa membakar semangat hidup para jama’ah yang mendengar paparannya.

Seperti yang dilakukannya saat mengisi taushiyah ba’da Shubuh di Masjid Ummul Qurro Pesantren Hidayatullah Depok akhir April 2019. Dengan gaya khasnya yang seperti berdialog dalam uraiannya, pria yang termasuk barisan santri angkatan pertama Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan itu memulai ulasannya dengan sebuah kalimat yang sangat melecut jiwa.

“Ya, saya sekarang sudah tidak muda, sudah banyak kekurangan. Tidak seperti dulu kala masih muda, semua bisa dikerja, banyak tugas bisa dilaksanakan. Maka, jangan pernah sia-siakan usia muda kita, karena saat kesempatan itu tiada, sesal saja itu rasanya.

Kenapa tidak buat ini, kenapa tidak buat itu. Sementara diri sudah tak lagi muda, ya, percuma,” ucapnya sembari tersenyum. Nampaknya, hal itu telah menjadi semacam kesadaran mendalam.

Sebab, saat mengisi taushiyah ba’da Maghrib di arena Silatnas pada 2018, dai yang telah malang melintang tugas dakwah di berbagai pulau di Indoensia itu juga penah memberikan pesan senada.

“Kami orangtua mengenang 45 tahun lalu. Kalau diukur, yang pertama masuk di Gunung Tembak ini tidak lebih dari 20 orang. Inilah kemudian yang dibimbing dan digembleng oleh almarhum Ustadz Abdullah Said (pendiri dan perintis Hidayatullah), dan setelah 45 tahun, menghasilkan seperti ini,” ujarnya.

“Sebagai orangtua, saya ingin berpesan kepada adek-adek sekalian, dipeliharalah niat baik ini. Kemudian menjaga semangat beribadah karena inilah sebenarnya modal yang dimiliki oleh tidak lebih dari 20 orang itu lalu Hidayatullah mampu merambah ke seluruh Indonesia,” tuturnya lebih jauh.

Majalah Mulia dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Edisi lainnya    Baca Gratis
DARI EDISI INI