Dapatkan tabloid digital Nakita Rp. 10,000 atau berlangganan mulai Rp. 125,000
Baca halaman pratinjau melalui aplikasi myedisi reader
Edisi 944
32 Halaman, Terbit 3 Mei 2017
Tabloid Mingguan

Dengan corat coret, anak akan lebih merasa relaks karena kegiatan itu dapat menjadi salah satu media untuk mengutarakan keinginannya.

Mama-Papa tersayang...

Salah satu tanda sebuah rumah punya balita adalah suasananya agak sedikit berantakan. Eh banyak juga, sih, yang sangat sangat sangat berantakan.

Bukan jorok, ya. Namun, biasanya kecenderungan ada mainan tergeletak di sana-sini, atau ada sandal menyembul di bawah kursi.

DInding pun menjadi salah satu yang bisa dibilang tidak bersih. Ada saja coretan-coretan. Entah mengapa di usia balita mereka senang sekali mencoret di dinding kendati sudah disediakan kertas. Mungkin dinding diibaratkan kanvas mahalebar di mata anak.

Coretan itu seperti tanpa makna, padahal sesungguhnya itulah awal anakanak kelak bisa menulis, dan tentu menggambar bahkan mungkin melukis. Jadi, sungguh tak bijak melarangnya coret-coret. Lebih baik kita sediakan kertas dan alat mencoret atau menggambar yang sesuai untuknya. Bila tak ingin seluruh dinding, sediakanlah white board atau izinkan satu bidang dinding menjadi wilayah yang boleh dikuasainya untuk menyalurkan hasrat mencoret-coret sepuasnya.

Ada seorang Ibu yang malah mengabadikan dengan memotret coretan-coretan di dinding kreasi anaknya. Foto itu kini menjadi bagian dari perjalanan si anak yang telah menjadi pelukis.

Ya, bermula dari sebuah coretan, yang sesungguhnya sarat makna.

Salam,
Iis R. Soelaeman
Sampul
Editorial
Dari Media Sosial
Cerita Sampul : Beri Anak Buku, Bukan Gadget
Beranda : Kreativitas Si Kecil Yang Kadang Bikin Sakit Kepala
     Tip Hadapi Aksi Corat-coret Anak
     Dari Coreng Moreng Hingga Corengan Bernama
     Cara Membangun Fondasi Awal Kepintaran Agar Pintarnya Beda
     Keterampilan Menulis Halus, Berawal dari Corat-Coret
Menu untuk Kehamilan : Camilan Pagi Kaya Gizi
Pra Kehamilan : Fakta di Balik Terapi Fertilitas
Kehamilan : Persalinan Sesar Tanpa Indikasi Medis, Risiko Pada Bayi
Usai Bersalin : Masa Rawan Setelah Melahirkan
Dunia Mama : Perempuan Lebih Mudah Stress, Tapi Kenapa Laki-laki yang Banyak Bunuh Diri?
Aku & Si Kecil : Asyik Bermain Air
Dunia Bayi : Mama, Jangan Lupa Membersihkan Mulut Bayi
Dunia Balita : Yuk, Main di Luar!
Kesehatan : Asma, Benarkah Tidak Dapat Disembuhkan?
Menu untuk Anak : Camilan Pisang
Galeri : Gantungan Kunci Kelinci
Jendela : Usia 10 Tahun, Baru Bisa Berdiri
Info : Tupperware Spectacular Jogja
Bayi & Balita Pekan Ini : Aksi Seruku!
9 Cara Mengajari Anak Makan Sendiri
Dinobatkan sebagai "Top Brand untuk anak dalam kategori majalah" selama 10 tahun berturut-turut*, Nakita adalah sumber utama untuk para ibu, juga untuk buah hatinya. Diterbitkan tiap minggu, Nakita memberikan pembacanya informasi yang mendasar dalam mengasuh dan merawat anak - dari sebelum melahirkan, masa kandungan, saat melahirkan sampai dengan kesehatan dan kejiwaan dari si buah hati. Tips dan kisah yang menjadi inspirasi. Dengan Nakita, menjadi seorang ibu menjadi sangat mudah!
2017   2016   2015