Mendadak mudik, jangan panik dibuat asyik

Tabloid NOVA - Edisi 1581
7 Juni 2018

Tabloid NOVA - Edisi 1581

Seperti juga menyiapkan pernikahan, kalau bisa sejak lama urusan mudik sudah kita rencanakan.Tapi, itulah repotnya karena kita tidak sendirian. / Foto : DOK. PRIBADI, ISTOCK

NOVA
Mendadak beken, mendadak cantik, pasti asyik, dan banyak lagi “mendadak-mendadak” lainnya yang menyenangkan. Tapi, bagaimana kalau kita mendadak mudik? “Kita cuma bisa pasrah dengan harga tiket yang sudah berlipat-lipat,” kata Mudji Rahayu, salah seorang teman kita yang tahun lalu terpaksa mengalami mendadak mudik ke Surabaya, Jawa Timur.

“Karena tahun lalu kami tergantung dengan jadwal anakku.” Nah, yang dialami Mudji tentu tak mengenakkan. “Akhirnya ada teman yang bilang kalau tetangganya bisa bantuin, tapi harga tiketnya dua kali lipat. Ya mau enggak mau dibeli juga,” keluh Anita Nur Fitriani, teman kita lainnya.

Anita yang karyawati di Jakarta, tahun 2016 lalu sempat juga mendadak mudik gara-gara jadwal libur kantornya yang tak menentu. Karena dia wajib “pulkam” menjelang hari raya Lebaran, dia harus kerepotan mencari tiket kereta ke Klaten, Jawa Tengah. Sempat juga mengantri, tapi tiket sudah keburu habis. Browsing ke berbagai penjualan tiket online hanya menyisakan gigit jari.

Kisah “derita” Mudji dan Anita, sama bunyinya dengan puluhan, bahkan bisa jadi ratusan ribu teman kita yang menjelang hari raya Idul Fitri ini. Kenapa harus mudik, jelas tak perlu dipertanyakan. Buat banyak di antara kita bahkan yang tak merayakan Lebaran sekalipun mudik seolah menjadi hal yang wajib.

Tak ada ritual perjalanan yang sedahsyat mudik. Dalam tempo hitungan hari, jutaan orang bergegas dari segala penjuru, menggunakan berbagai macam moda transportasi, demi satu tujuan: bersilaturahmi dengan sanak saudara dan kerabat di kampung halaman.

“Sekalian bernostalgia dengan masa-masa saat kecil di rumah,” kata Mudji. “Kegiatan mudik pas Lebaran sudah jadi prioritas keluarga kami,” timpal Anita. Dan, sederet alasan dengan nada sama yang juga sering kita dengar. Tapi, jika mudik sudah jadi tradisi tahunan, kenapa harus mendadak?

Tabloid NOVA dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI