Anak bertengkar dengan teman, maksudnya membela ortu malah bikin petaka

Tabloid NOVA - Edisi 1629
10 Mei 2019

Tabloid NOVA - Edisi 1629

Si kecil bertengkar dengan temannya, biasanya karena masalah kecil. Jika kita ikut-ikutan, bisa-bisa malah mengundang masalah besar.

NOVA
“Anak-anak biasa berantem sama temannya, sebentar juga sudah baikan. Orangtua gak usah ikutikut berantem, karena bisa lama baikannya.” Nasihat semacam ini pasti sering kita dengar. Entah dari ibu atau lewat teman kita sendiri. Dan, tentu, kita percaya bahwa nasihat ini benar adanya. Tapi, yang kemudian terjadi, kita kerap lupa. Gara-gara si kecil bertengkar dengan teman sepermainannya, malah kita yang jadi ribut sama tetangga. Atau parahnya, kita justru jadi lama bersitegang dengan suami.

Padahal, sejak bertengkar tak sampai sejam si kecil sudah berbaikan lagi dengan temannya itu. “Abis, tuh anak tetangga nakalnya kelewatan banget. Masa anakku lagi diem, tiba-tiba dicubit. Aku, kan, gak bisa melihat anakku dibegitukan,” kata kita yang langsung melabrak ibu tetangga sebelah. Nah, jika ini yang terjadi Anda pasti sudah bisa menebak kisah selanjutnya.

Tapi, benarkah kita bersikap seperti itu karena sayang anak? “Bukan semata-mata karena si ortu sayang terhadap anak. Juga bukan karena mereka menganggap anaknya benar, tetapi ini lebih cenderung pada ‘the power of mom or dad’ yang berperan. Jadi, egonya yang terkadang berperan lebih dahulu. Sudah gitu, saat ortu sadar kalau tindakan yang diambil adalah salah, mereka malah jarang mengakui dan meminta maaf, tapi lebih kepada melanjutkan ego yang ada,” papar Yohana Elizabeth Hardjadinata, MBA., M.Pd.

Padahal jika itu yang terjadi—bukan hanya hubungan kita dengan orangtua teman anak yang menjadi renggang—tapi lebih dari itu, tak bagus dampaknya buat anak kita sendiri. Menurut Yohana, ledakan emosional yang terjadi dan dilihat anak akibat pertengkaran antar-ortu ini, akan menjadi kenangan negatif panjang bagi mereka. Dalam jangka pendek, dia jadi enggan berteman. Dan jika hal ini terus berlanjut, anak akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. Dampak lainnya, kepercayaan diri anak jadi rendah.

Tabloid NOVA dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI