Dana liburan, biar sedikit, harus jadi prioritas

Tabloid NOVA - Edisi 1652
21 Oktober 2019

Tabloid NOVA - Edisi 1652

Agar pikiran segar kembali Anda perlu liburan, tapi jangan asal-asalan agar tak bikin bangkrut setelahnya.

NOVA
Intensitas pekerjaan yang tinggi membuat beberapa orang menjadikan liburan sebagai prioritas yang kesekian. Bukan tak mau liburan, tapi waktu dan dana yang ada kadang tak sejalan dengan liburan idaman yang diharapkan.

Apalagi, jika sudah berkeluarga, soal biaya pasti akan semakin membengkak. Tapi, bukan berarti kita tak bisa liburan. Ingat, liburan juga harus jadi prioritas. Pasalnya, liburan punya segudang manfaat yang sayang buat dilewatkan.

Buat sebagian orang, liburan akan membantu mereka untuk melepaskan ketegangan dalam menjalani pekerjaan sehari hari. Misalnya, membantu menyegarkan pikiran, membuat lebih kreatif, serta bisa mendapatkan quality time seru bareng keluarga.

Meskipun penting, Anda juga tidak bisa asal dan buru-buru dalam menyiapkan momen menyenangkan ini. Yap, tentu semua harus dipersiapankan. Khususnya masalah dana liburan yang rasanya sulit untuk dikumpulkan. Jangan sampai tidak, ya, sebab bisa jadi bahaya dan bumerang.

“Menjalani liburan tanpa persiapan dana liburan yang tepat, akan menyebabkan keuangan kita menjadi kacau balau, sehingga malah mengacaukan keuangan kita setelah pulang berlibur,” ujar Teja Sari, pakar keuangan. Lantas, berapa dana liburan yang perlu kita alokasikan?

Sisihkan Sedikit

Sebenarnya, semua tergantung pada rencana liburan yang Anda dan keluarga inginkan. Makanya perlu persiapan. Menurut Teja, besarnya kebutuhan dana liburan yang bisa kita alokasikan dari penghasilan maksimal sebesar 10 persen dari total penghasilan keluarga. Baik itu didapat dari kalaborasi pendapatan Anda dan suami atau hanya dari satu sumber keuangan saja.

Tabloid NOVA dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI