Tampilkan di aplikasi

Buku Nuansa Cendekia hanya dapat dibaca di aplikasi myedisi reader pada Android smartphone, tablet, iPhone dan iPad.

Magical Leadership

Mempraktikkan Kepemimpinan dan Manajemen yang Menyihir

1 Pembaca
Rp 90.000 16%
Rp 76.000

Patungan hingga 5 orang pembaca
Hemat beli buku bersama 2 atau dengan 4 teman lainnya. Pelajari pembelian patungan disini

3 Pembaca
Rp 228.000 13%
Rp 65.867 /orang
Rp 197.600

5 Pembaca
Rp 380.000 20%
Rp 60.800 /orang
Rp 304.000

Perpustakaan
Buku ini dapat dibeli sebagai koleksi perpustakaan digital. myedisi library

Beruntunglah Anda jika sempat membaca buku ini. Imajinasi Anda akan dilejitkan sehingga Anda mampu menciptakan hal-hal baru dalam dunia bisnis. Jika Anda membaca buku ini, beberapa hal yang mengejutkan akan terjadi pada diri Anda. Jika dalam buku Harry Potter and the Deathly Hallows dikisahkan Harry Potter berhasil memusnahkan Lord Voldemort dan berakhir dengan kehidupan bahagia Harry, di tangan Tom Morris cerita Harry Potter berlanjut. Harry Potter kini menjadi CEO General Electric, sebuah perusahaan besar kelas dunia. Apa jadinya jika Harry menjadi pemimpin perusahaan? Bersiap-siaplah mengikuti petualangan baru Harry Potter ini.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tom Morris

Penerbit: Nuansa Cendekia
ISBN: 9786023507368
Terbit: Juni 2023 , 410 Halaman

BUKU SERUPA













Ikhtisar

Beruntunglah Anda jika sempat membaca buku ini. Imajinasi Anda akan dilejitkan sehingga Anda mampu menciptakan hal-hal baru dalam dunia bisnis. Jika Anda membaca buku ini, beberapa hal yang mengejutkan akan terjadi pada diri Anda. Jika dalam buku Harry Potter and the Deathly Hallows dikisahkan Harry Potter berhasil memusnahkan Lord Voldemort dan berakhir dengan kehidupan bahagia Harry, di tangan Tom Morris cerita Harry Potter berlanjut. Harry Potter kini menjadi CEO General Electric, sebuah perusahaan besar kelas dunia. Apa jadinya jika Harry menjadi pemimpin perusahaan? Bersiap-siaplah mengikuti petualangan baru Harry Potter ini.

Pendahuluan / Prolog

Kata Pengantar
Inilah potongan adegan yang amat memukau dari jilid terakhir Harry Potter. Dialog yang saya cuplik di atas diletakkan Rowling di bagian paling akhir buku Harry Potter and the Deathly Hallows. Kisah itu berlangsung sembilan belas tahun kemudian setelah Harry Potter berhasil memusnahkan “Pangeran Kegelapan,” Lord Voldermort, untuk selama-lamanya. Diceritakan bahwa Harry sudah menikah dengan Ginny Weasley dan memiliki tiga orang anak: James, Albus, dan Lily.

“Kita tahu bahwa cara efektif untuk mengajarkan moral kepada anak adalah melalui dongeng,” tulis Ratna Megawangi, pencetus pendidikan holistik berbasis karakter. Menurut Ratna lebih jauh, Plato mengatakan bahwa anak-anak harus diajarkan acuan moral agar senantiasa cinta akan kebenaran. Dan menurut Plato, kisah atau dongeng adalah kunci penting untuk menumbuhkan rasa cinta anak kepada kebenaran.

Harry Potter adalah kisah fiktif, kisah rekaan, katakanlah sebuah dongeng. Namun, meskipun begitu, menurut Edmund M. Kern, dalam The Wisdom of Harry Potter, banyak kearifan yang dapat dipetik dari kisah-kisah Harry Potter. Mungkin dikarenakan kisah atau dongeng itu efektif mengajarkan moral kepada pendengar atau pembacanya, dan ternyata di dalam kisah Harry Potter terdapat banyak kearifan, Tom Morris akhirnya menulis buku Harry Potter is Back! ini.

Siapakah Tom Morris? Dia kini menjadi salah seorang narasumber bisnis paling populer di Amerika Serikat. Di kalangan mahasiswanya, guru besar emeritus filsafat Universitas Notre Dame ini dikenal sebagai “TV Morris” karena dia sering tampil dalam program- program bisnis di televisi. Filosof yang memperoleh dua gelar master dan Ph.D. ganda dari Universitas Yale dalam Studi Filsafat dan Agama ini, pernah menerima “Distinguished Young Alumnus Award” dari Universitas North Carolina bersama Michael Jordan.

Sebelum menulis buku ini, Morris telah menulis If Aristotle Ran General Motors: The New Soul of Business (telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Sang CEO Bernama Aristoteles: Sukses Berbisnis dengan Kearifan Filosofis [Mizan, 2003]). Dalam buku If Aristotle Ran General Motors, Morris menggunakan kearifan para filosof untuk menjalankan bisnis. “Apakah tujuan berbisnis semata-mata untuk mendapatkan uang, ketenaran, kekuasaan, dan status? Sudahkah Anda meminang kebahagiaan sejati setelah mendapatkan semua itu? Sudah tepatkah cara Anda melanggengkan kebahagiaan dan keunggulan bisnis?” demikian usik Morris.

Dalam buku If Aristotle Ran General Motors, berpijak pada konsep-konsep filosofis Aristoteles dan para filosof lain, Morris menggali empat nilai kearifan—kebenaran, keindahan, kebaikan, dan keutuhan—dari empat dimensi insani: intelektual, estetis, moral, dan spiritual. Dengan penggalian tersebut, dia berharap agar Anda, sebagai pelaku bisnis, akan mampu memahami dan mempraktikkan kebenaran tentang keunggulan sejati, kreativitas dan kesantunan berbisnis, etika, kebajikan, dan kekuatan bisnis, serta pengertian dan makna hidup sejati.


Daftar Isi

Cover Depan
Halaman Judul
Copyright
Tentang Penulis
Ucapan Terima Kasih
Kata Pengantar
Isi Buku
Pendahuluan
Albus Dumbledor, CEO
     Pemimpin, Guru, Filosof
     Kebenaran Filosofi Aristoteles
     Manfaat Humor yang Baik dan Perasaan Nyaman
     Kendali Emosi Diri
     Filosofi Dumbledore tentang Hidup yang Layak
     Pelajaran sang Kepala Sekolah
Harry Potter si Pemberani
     Sifat Sifat Baik di Hogwarts
     Perasaan Takut
     Resep Keberanian Harry
     Kekuatan Mempersiapkan Diri
     Dukungan dan Kepercayaan Diri
     Kekuatan Pikiran
     Nilai Nilai dan Keberanian
     Pendekatan Tindakan pada Perilaku dan Sifat Baik
     Harry Potter, Jeff Immelt, dan Kita Semua
Etika para Penyihir
     Tantangan Kita
     Etika atau Moralitas
     Memahami Inti Etika
     Bagaimana agar Perilaku Kita Penuh Etika Setiap Hari
     Relativitasme dan Realisme Moral
     Orang Orang Etis dan Tidak Etis
     Bahaya Korupsi
     Filosofi Pikiran yang Tidak Etis
     Balasan Setimpal dan Mengendalikan Diri
     Menghormati Peraturan
     Peraturan Emas
     Perjalanan Moral Harry
     Enam Buah Tes untuk Mengukur Etika
Kebenaran dan Kebohongan di Hogwarts
     Dunia Kebohongan
     Peraturan Mengenai Pembenaran Moral
     Berbagai Jenis Kebohongan
     Kebohongan dan Persahabatan
     Kebohongan dan Refleksi Moral
     Kata Kata Terakhir Mengenai Kebohongan
Alkimia Kepemimpinan
     Peran Seorang Pemimpin
     Memotivasi Orang Lain
     Kekuatan dan Kelemahan
     Memberikan Tongkat Estafet
Kearifan para Penyihir
     Logika dan Nasib Baik
     Kesenangan dan Bencana
     Penampilan dan Kenyataan
     Teman Teman dan Sahabat
     Semakin Buruk dan Semakin Baik
     Cinta dan Kehidupan
Kebahagiaan dan Makna
     Uang, Kekuasaan, Ketenaran, dan Status
     Cermin Tarsah
     Makna Hidup
Cover Belakang