Rio Haryanto di F1 Hungaria, seri penuh perjuangan

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 10/XXVI
28 Juli 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 10/XXVI

Kiprah pembalap F1 pertama asal Indonesia, Rio Haryanto, di seri 11 yang berlangsung di trek Hungaroring (24/7) terbilang penuh perjuangan hingga bisa menuntaskan raceday. / Foto : Manor

OTOMOTIF
Kiprah pembalap F1 pertama asal Indonesia, Rio Haryanto, di seri 11 yang berlangsung di trek Hungaroring (24/7) terbilang penuh perjuangan hingga bisa menuntaskan raceday. Sempat optimis melakoni sesi latihan namun kelimpungan di kualifikasi bahkan Rio mengalami benturan hingga 22 G. Rio Haryanto harus dijemput oleh medical car dan dicek di ruang media. Syukur, tak mengalami cedera apapun. Tak sampai di situ, sesi kualifikasi yang dihiasi beberapa kali bendera merah membuat Rio tak meraih catatan waktu 107% dari Q1.

Dengan kata lain, Rio dan 9 pembalap lainnya tak lolos sesi kualifikasi. Pihak steward dan race direction memberikan kompensasi kepada Rio dan 9 pembalap lainnya tetap dibolehkan start karena di sesi latihan di kondisi trek kering memenuhi 107% dari waktu tercepat di sesi latihan. Ganti Girboks Eh ternyata kendala bertubi-tubi bertambah lagi karena MRT05 andalan Rio harus ganti girboks di luar waktu semestinya. Rio pun diganjar turun 5 posisi saat start di F1 Hungaria. RH88 pun mesti start di urutan paling belakang yaitu 21. Kok bukan 22? Pasalnya, Marcus Ericsson harus start dari pitlane setelah melakukan pergantian perangkat survival cell.

Start paling belakang di kondisi trek yang karakter sempit dan sulit menyalip memang sedikit menyulitkan. Memang saat stint pertama dengan kompon ban soft, Rio sempat menempati 17. Usai pitstop dan menjalani stint kedua dengan kompon ban medium. Posisi Rio terus menurun dan hingga akhir lomba finish di urutan 21. Rio melakoni satu pitstop saja. Pembalap F1 pertama asal Indonesia menjadi satu-satunya pembalap yang melakukan sekali pitstop. Kenapa satu pitstop? “Jalani strategi dengan sekali pitstop memakai ban medium. Secara tingkat keausan lebih baik namun performanya jauh dari tipe soft ataupu supersoft. Namun saya bisa menjajal hal yang baru dan dapat pelajaran penting,” seloroh Rio Haryanto.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI