ARRC Asia production seri 4, Indonesia, Thailand & Jepang tak terbendung

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 12/XXVI
11 Agustus 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 12/XXVI

Kelas Asia Production 250 cc (AP250) menjadi satu-satunya kelas di Asia Road Racing Championship (ARRC) yang berlangsung di Sentul (6-7/8) tak ada wakil Indonesia di podium. / Foto : Rian

OTOMOTIF
Kelas Asia Production 250 cc (AP250) menjadi satu-satunya kelas di Asia Road Racing Championship (ARRC) yang berlangsung di Sentul (6-7/8) tak ada wakil Indonesia di podium. Akan tetapi tidak berarti hasil di kelas ini tidak bagus. Memang kelas ini masih jadi bulan-bulanan Jepang dan Thailand. Akan tetapi pencapaian pembalap muda Indonesia di kelas ini memamerkan peningkatan. Para pembalap Indonesia memasang target di seri ini untuk dapat meredam dominasi Thailand dan Jepang dan bukanlah perkara mudah. Pun begitu, joki Indonesia pada dasarnya bisa mengatasi dan juga tampil tak kalah bagusnya dari joki Thailand dan Jepang.

Faktor tuan rumah jadi satu hal kenapa joki Indonesia tampil lebih baik dari Thailand dan Jepang. Selain itu juga, faktor telah menemukan settingan motor yang mempu bersaing di barisan depan bikin joki akamsi (anak kampung sini) alias local hero berani bersaing. Sebagaimana diungkapkan Imanuel Putra Pratna (Yamaha Traxx-D TJM Bien) yang pamer performa impresif di kedua balapan. “Mulai dapat settingan yang bagus itu sejak di ARRC Suzuka. Dari situ makin nyaman bawa motornya dan kini di Sentul tambah meningkat,” ujar Imanuel Pratna. Imanuel Pratna menambahkan, “Kalau saja settingan itu mulai ketemu saat seri 1 di Johor, mungkin sekarang setara dengan Jepang atau Thailand.”

Problem Mesin Elpratna, panggilan akrab Imanuel Putra Pratna, sempat beberapa kali memimpin jalannya lomba. Di race kedua lap terakhir, ia berada di posisi ketiga dan bersaing ketat dengan Apiwat Wongthananon (Thailand) dan Takehiro Yamamoto (Jepang). Namun saat memasuki tikungan terakhir kuda besinya kalah tenaga dan membuat pembalap di belakangnya, Yusuke Nakamura (Jepang) membuat Elpratna melupakan posisi podium ketiga. “Saat keluar tikungan terakhir, itu jarak dengan Yamamoto terlalu dekat sehingga saya harus mengerem lagi. Saat sudah menarik gas, Nakamura sudah lebih unggul. Nyaris sekali itu meraih podium pertama kalinya,” beber Elpratna.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI