MotoGP seri 15, Jepang, Marquez Pants juara Indonesia

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 22/XXVI
20 Oktober 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 22/XXVI

Pembalap Honda, Marc Marquez yang mengklaim gelar juara dunia ketiga MotoGP dalam empat tahun pada balapan GP Jepang (16/10) mengatakan, ia tidak berharap dinobatkan jadi juara di Motegi.

OTOMOTIF
Pembalap Honda, Marc Marquez yang mengklaim gelar juara dunia ketiga MotoGP dalam empat tahun pada balapan GP Jepang (16/10) mengatakan, ia tidak berharap dinobatkan jadi juara di Motegi. Pasalnya, ia akan menjalani start di antara dua pembalap Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, yang juga penantang terdekatnya dalam perburuan gelar. Namun ketika keduanya tersingkir, semua jadi berubah. Marquez pun pantas mendapatkan titel juara musim ini.

Ulang Tahun Honda Pemilik nomor 93 ini dinobatkan sebagai juara dunia 2016 usai memenangkan balapan GP Jepang yang jadi putaran ke-15. Membuatnya unggul 77 point dari Valentino Rossi dan tidak tergoyahkan meskipun masih tersisa tiga balapan. Karena hanya tersedia 75 point maksimum. Usai lomba, ia mengatakan tidak menduga bisa juara. “Itu luar biasa! Sebelum lomba, saya tidak berharap untuk menjadi juara, tidak mungkin mengunci gelar di sini,” kata Marquez. “Namun, ketika saya melihat Rossi keluar dari balapan, saya memutuskan tancap gas untuk meraih kemenangan,” ceritanya.

“Dan ketika masih tiga lap lagi, saya membaca di pit board bahwa Lorenzo juga keluar. Pada lap itu, saya membuat kesalahan di empat atau lima tikungan, itu sulit untuk saya tetap fokus,” lanjut pembalap yang akan datang ke Indonesia pekan depan (25/10). Pembalap berusia 23 tahun ini mengaku senang karena gelar ini sangat istimewa. Mengingat tahun lalu menjalani balapan yang sulit dengan beberapa kecelakaan dan juga karena kejadian ini di Motegi, kandangnya Honda.

“Honda telah bekerja keras tahun ini, Anda bisa melihat buah dari upaya itu, juga di trek ini, di mana kami telah berjuang di masa lalu. Saya sendiri juga meningkat selama musim ini, misalnya, saya belajar bagaimana yang terbaik menggunakan depan ban Michelin,” jelas Marquez. Asyiknya, gelar ini diraih saat Honda merayakan ulang tahun ke-50 berkompetisi di balap motor dunia kelas utama (saat itu GP 500 cc), tepatnya tahun 1966 dengan motor RC181.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI