MotoGP seri 18, Valencia, perpisahan sempurna Lorenzo dengan Yamaha

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 26/XXVI
21 November 2016

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 26/XXVI

GP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo (13/11) yang menjadi event penutup, juga merupakan penampilan terakhir pembalap bersama tim lamanya.

OTOMOTIF
GP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo (13/11) yang menjadi event penutup, juga merupakan penampilan terakhir pembalap bersama tim lamanya. Pasalnya, hampir semua tim merombak susunan pembalapnya untuk kompetisi tahun depan. Alhasil, semua ingin menunjukkan aksi terbaiknya. Bahkan pendatang baru KTM ikut unjuk gigi sebelum tampil penuh di 2017. Lomba pun tetap berjalan sengit, meski juara dunia sudah dimiliki Marc Marquez sejak medio Oktober lalu.

Jorge Lorenzo yang memenangkan seri ke-18 ini mengaku sangat emosional. Ia memberi kado perpisahan kepada Yamaha dengan hasil sempurna. START BURUK Jorge Lorenzo mengakhiri karirnya di Yamaha dengan kemenangan GP Valencia. Padahal ia tidak menyangka bisa menang. “Ini sangat emosional setelah sembilan tahun bersama Yamaha,” kata Lorenzo. “Saya tidak menyangka bisa menang, karena saya tahu Marc (Marquez) sangat kencang. Saya kewalahan di 10 lap terakhir karena ia menekan dan menyerang,” lanjutnya.

“Ini akhir pekan yang luar biasa dengan melaju sempurna di beberapa lap awal, pole position, lap tercepat dan menang,” jelas pemilik nama lengkap Jorge Lorenzo Guerrero. “Saya tiba di sini di MotoGP pada usia 20 tahun dan mendapatkan pole position pada balapan pertama saya. Setelah hampir 10 tahun saya pergi dengan pole position dan kemenangan, saya pikir saya tidak bisa memberikan Yamaha kado yang lebih baik daripada ini, atas dukungan dan kerja keras mereka selama bertahun-tahun,” imbuhnya. Lorenzo bergabung di Yamaha sejak 2008, memberi 44 kemenangan dan tiga gelar juara dunia dalam 156 penampilan. Pada balapan selama 30 lap ini, ia tidak tersentuh dan meninggalkan para pesaingnya bertarung sengit memperebutkan posisi podium. Marquez yang start dari grid kedua dan naik podium runner-up, mengaku melakukan start buruk. “Ada kesalahan atau masalah dengan kopling, bagian depan motor banyak mengangkat (wheelie) dan saya kehilangan banyak waktu,” tuturnya.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI