Yamaha Scorpio 2010, tinggi berotot

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 65/XXVII
27 Agustus 2017

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 65/XXVII

Warnanya jadi seperti Hulk yang punya tubuh kekar dan berotot. / Foto : indra

OTOMOTIF
Punya badan tinggi dan berotot, membuat Bicex Firmansyah yang mantan atlet basket nasional ini harus punya motor berkarakter sama. Sama-sama tinggi dan berotot lah.. Jangan sampai motornya kekecilan, maklum tinggi badan Bicex 185 cm. Pesan itu yang disampaikan pada rumah modifikasi Baru Motor Sport (BMS) saat order merombak Yamaha Scorpio miliknya.

“Agar pas sama tubuh saya, Scorpio ini harus terlihat lebih berotot,” buka mantan personel All Star La Light Streetball 2007-2013 ini sambil menyebut cafe racer sebagai gaya yang dimau. Menjawab keinginan Bicex, BMS langsung melepas baju standar Scorpio. Latihan fisik pun dilakukan, enggak perlu berangkat ke gym. Cukup ganti kaki-kakinya pakai punya motor lain yang lebih besar.

Yang depan pakai sokbreker Yamaha Byson, tapi dimodifikasi agar sedikit lebih tinggi. “Sekalian dipasangi double cakram,” terang Ariawan Wijaya, builder BMS. Sengaja enggak pakai upside down agar kesan klasik khas cafe racer-nya lebih kental. Asyiknya, agar tetap kekinian braket kaliper tipe radial diaplikasi. “Bikin sendiri, biar mirip moge masa kini,” yakin builder yang workshop-nya ada di Jalan Palmerah Barat No.

25 Jakarta Pusat ini. Sedang belakang dipasangi swing arm Suzuki GSX-R1000. Lagilagi dudukannya diakali agar motor lebih tinggi. Sedang pelek pilih lebar 5 inci di belakang. Latihan berlanjut pada bagian bodi. Tangki sengaja dirancang membulat untuk memberikan efek besar. “Kita juga tambah rangka samping agar lebih berotot. Sekaligus untuk melindungi mesin,” kata Ariawan.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI