Vespa LX 150 3V i.e 2013, rajanya kelas 160 cc

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 73/XXVII
13 Oktober 2017

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 73/XXVII

Gelaran balap Indonesia Scooter Championship (ISC) ramai diikuti peserta, salah satunya tim Dapscoot yang tak pernah absen sejak awal musim. / Foto : Fariz

OTOMOTIF
Gelaran balap Indonesia Scooter Championship (ISC) ramai diikuti peserta, salah satunya tim Dapscoot yang tak pernah absen sejak awal musim. Dan Vespa LX 150 andalannya di kelas 160 cc belum pernah terkalahkan. “Sejak seri pertama sampai saat ini alhamdulilah selalu juara satu, beda dengan juara 2 sekitar 2 detik bisa dibilang sekabupaten atau seprovinsi deh bukan sekebon lagi, hahaa,” canda Radi dari Dapscoot. Motor yang punya catatan waktu terbaik 1 menit 2 detik di sikuit Sentul Karting, Bogor ini, diracik oleh D2 Scooter Workshop yang berada di bilangan Beiji, Depok.

Masuk kelas 160 cc kapasitas mesin ditingkatkan pakai piston UMA Racing 59 mm, dengan stroke standar 58,5 mm kapasitasnya jadi 159,8 cc. Rasio kompresi diset hanya 11,2:1 kendati pakai bensol. “Kalau ketinggian takutnya overheat karena pendinginan standar,” ujar Amadea Madun, mekanik yang menangani. Ketiga klepnya diperbesar, dua klep in berdiameter 21 mm dan satu klep ex 24 mm yang buka tutupnya diatur noken as custom. “Durasi noken as 270° dengan lift in 8,7 mm dan ex 8,5 mm.

Karakternya lebih kejar rpm bawah, supaya motor cepat keluar tikungan,” rinci Erte, panggilan akrabnya. Anehnya, sistem injeksi dilengserkan jadi karburator. “Pertama harus ubah panjang pick up magnet jadi 35 mm karena pakai CDI BRT Satria F150. Lalu throttle body diganti karburator Kawahara 28 mm,” urainya Erte juga membeberkan kuncian motor bikinannya ini belum terkalahkan. “Pertama rajin ukur ulang rasio kompresi. Selanjutnya variator alias rumah roller dan pulley sudutnya dibikin sama persis, untuk derajatnya rahasia, hehe,” kekehnya.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI