Toyota Gazoo Racing Festival 2017, masih diadang berbagai masalah

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 82/XXVII
18 Desember 2017

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 82/XXVII

Setelah berjuang selama satu musim lomba di ajang turing ITCC 1600 MAX, pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) dan TRD Indonesia, Haridarma Manoppo dan Alinka Hardianti diganjar dengan penghargaan. / Foto : Toncil

OTOMOTIF
Setelah berjuang selama satu musim lomba di ajang turing ITCC 1600 MAX, pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) dan TRD Indonesia, Haridarma Manoppo dan Alinka Hardianti diganjar dengan penghargaan.

Bentuknya masih dalam format lomba balap mobil, namun kali ini bertanding di Fuji Speedway, Jepang dalam rangkaian acara Toyota Gazoo Racing Festival 2017 (9-10/12). OTOMOTIF atas undangan dari TTI dan TRD Indonesia menyaksikan langsung persaingan kedua pembalap tersebut dalam suhu antara -1 hingga 1 derajat celcius.

Haridarma dan juga Alinka masing-masing dalam kelas yang berbeda, namun keduanya ikut dalam one make race (OMR). Hari, panggilan Haridarma ikut di kelas Toyota 86/BRZ Race Pro, sedangkan Alinka terjun di Netz Cup Vitz Race. Menariknya, meski dalam status OMR, jumlah peserta di dua kelas tersebut cukup banyak.

Hari menjadi salah satu peserta dari total 35 pembalap. Sedangkan di kelas Alinka melepas sebanyak 54 pembalap dari 72 yang ikut serta dalam kualifikasi. Dalam lomba kali ini, Hari mendapat berbagai tantangan. Seperti Toyota 86 yang digebernya merupakan produk yang benar-benar baru.

Saat pertama kali diserahkan ke TTI, seluruh jok masih dalam bungkus plastik bahkan belum sampai 1.000 kilometer. Nyaris tidak ada kesempatan bagi TTI untuk melakukan seting yang diinginkan. Satu-satunya komponen yang diganti hanya sokbreker saja, itupun karena menjadi perangkat yang juga harus seragam.

“Selama seminggu, dengan keadaan itu kita memang tak sempat seting. Lebih ke pengenalan trek dulu untuk Hari,” ucap Dimitri Fitra Ditama, Operational Manager TTI. Padahal trek Fuji Speedway merupakan pengalaman baru bagi Hari. “Ini jadi pengalaman yang sangat berbeda. Treknya benar-benar tricky dan termasuk sulit. Ditambah lagi dengan kontur yang naik dan turun bikin kita benar-benar tidak boleh salah atur gigi transmisi,” sebut Hari.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI