F1 Putaran 6, Monako, hasil ciamik dari strategi menarik

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 4/XXVIII
7 Juni 2018

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 4/XXVIII

Sirkuit Monako memang bukanlah sirkuit yang panjang, karena hanya berjarak 3,337 km. / Foto : Red Bull Content Pool

OTOMOTIF
Sirkuit Monako memang bukanlah sirkuit yang panjang, karena hanya berjarak 3,337 km. Namun yang menarik adalah trek lurus yang mewarnai hampir setiap sektor dan juga tikungan patah 90 derajat di beberapa bagian. Tentu butuh daya cengkeram ban yang optimal untuk bisa menaklukan sirkuit bersejarah ini.

Misalnya pada F1 Putaran 6 selisih di Monte Carlo, Monako (27/5) lalu. Saat memulai balapan, 5 pembalap terdepan menggunakan ban hypersoft. Banyak alasan digunakannya ban bergaris putih ini.

Seperti Daniel Ricciardo (Aston Martin Red Bull Racing) yang beralasan agar bisa sesegera mungkin meninggalkan rival-rivalnya. Ricciardo yang menempati pole position hanya butuh konsistensi di posisi terdepan untuk bisa meraih kemenangan. Baginya bisa meraih pole position di Monako berarti sudah separuh jalan menuju kemenangan.

“Itu tidak mudah untuk bisa meninggalkan lawan. Sebab (Sebastian) Vettel (Scuderia Ferrari F1 Team) mencoba untuk mendahului saya sejak awal. Saya punya ritme balap yang bagus dan tinggal mempertahankannya hingga balapan selesai,” ujar Ricciardo yang selalu menempatkan diri di peringkat pertama sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi.

Namun, usia ban hypersoft tidak terlalu panjang, hanya sekitar 15 lap jika disesuaikan dengan panjang sirkuit Monako. Sehingga pada lap ke-16 banyak pembalap yang pit in untuk mengganti ban, dan salah satunya Sebastian Vettel.

Ia sudah tertinggal 3 detik lebih dari Ricciardo yang berada di posisi terdepan. “Tim menilai dengan usia ban yang sudah tergerus, performanya (Ricciardo) akan menurun. Ternyata ia masih bisa berada di posisi terdepan,” tutur Vettel.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI