Harga mobil dan motor setelah rupiah melemah, APM bersiap ambil sikap

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 10/XXVIII
25 Juli 2018

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 10/XXVIII

Nilai tukar rupiah terus berfluktuasi, yang membuat pabrikan atau APM (Agen Pemegang Merek) mobil dan motor bersiap mengambil sikap terkait harga jual produknya di pasaran. / Foto : Rizky

OTOMOTIF
Nilai tukar rupiah terus berfluktuasi, yang membuat pabrikan atau APM (Agen Pemegang Merek) mobil dan motor bersiap mengambil sikap terkait harga jual produknya di pasaran. Terutama bagi produk impor berstatus CBU (Completely Built Up) yang belanjanya mutlak pakai dolar Amerika Serikat, ataupun produk CKD (Completely Knock Down) yang dirakit di Indonesia namun komponennya masih banyak yang impor.

Tentu harapannya pelemahan nilai tukar rupiah tak akan berkepanjangan. Namun tersungkurnya rupiah lebih dari Rp 14 ribu sudah tiga bulan berjalan, alhasil membebani neraca perdagangan bagi pabrikan yang banyak menggunakan material impor. Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), Kukuh Kumara, mengatakan nilai tukar rupiah yang melemah tentu berpotensi pengaruhi penjualan mobil.

“Semester kedua tahun ini memang tantangannya adalah currency rupiah. Diharapkan sesaat, tidak berkepanjangan,” kata Kukuh, ketika dihubungi (16/7). Pantauan ketat terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah juga dilakukan oleh AISI (Asosiasi Industri Sepeda MotorIndonesia). “Kita akan lihat currency rupiah terus menerus. Dampaknya berpotensi pada pelaku usaha yang akan menaikkan harga. Mudah-mudahan tidak berkelanjutan,” tutur Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI. Lantas sejauh apa update harga jual mobil dan motor saat ini, OTOMOTIF melakukan pantauan langsung ke dealer mobil dan motor. Berikut ini ulasan lengkapnya

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI