F1 Putaran 11, Jerman, tahta dengan bangga

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 10/XXVIII
25 Juli 2018

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 10/XXVIII

Mengalami masalah pada sistem hidrolis di mobilnya pada sesi kualifikasi (Q1), F1 di Hockenheimring, Jerman (21-22/7) Lewis Hamilton tidak mendapatkan hasil yang maksimal. / Foto : Redbull Content Pool

OTOMOTIF
Mengalami masalah pada sistem hidrolis di mobilnya pada sesi kualifikasi (Q1), F1 di Hockenheimring, Jerman (21-22/7) Lewis Hamilton tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Sehingga, pembalap Mercedes AMG Petronas Motorsport ini memulai ronde ke 11 dari grid ke-14. Wajar jika akhirnya prediksi kemenangan tertuju pada Sebastian Vettel. Terlebih karena pembalap Scuderia Ferrari Team tersebut merupakan tuan rumah.

Serta juga tim kuda jingkrak tersebut menjadi pemegang jumlah kemenangan terbanyak dalam sejarah F1 Jerman. Benar saja, start yang sangat bagus membawanya memimpin lomba sedari awal tanpa tersusul sama sekali. Namun ancaman ada di belakang karena di 4 lap berikutnya, Hamilton sudah masuk di 10 besar dan siap memperebutkan point.

JUDI BAN. Aksi Hamilton memang menjadi pusat perhatian, ia berhasil mendahului lawan-lawannya dengan sangat mudah. Jelas, skill dan performa mobilnya jauh melebihi para pembalap tim papan tengah. Namun yang patut disimak kali ini adalah pilihan dan performa ban Hamilton.

Ia menggunakan ban kompon lunak sedari awal. Alasannya jelas agar ketahanan bannya lebih lama, dibandingkan lawan-lawannya yang menggunakan ban ultrasoft. Pihak FIA menilai kalau ban kompon lunak hanya bisa bertahan sekitar 16 lap untuk balapan di Hockenheimring tersebut.

Namun, pembalap yang baru menggimbali rambutnya ini mengganti bannya di lap ke-42. Ia langsung mengganti ban ultrasoft dan menjadi satu-satunya pit in yang ia lakukan untuk sisa 25 lap. Bagaimana bisa? Apakah bannya tidak abrasi?

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI