Penjualan mobil-mobil produksi dalam negeri, Origin Country: Indonesia

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 35-XXVIII
10 Januari 2019

Tabloid OTOMOTIF - Edisi 35-XXVIII

Kita boleh berbangga, sudah cukup banyak mobil yang menyandang stempel Origin Country: Indonesia. / Foto : RIZKY

OTOMOTIF
Dalam skala penjualan mobil domestik, tentu ada makna khusus bagi mobil-mobil yang diproduksi dan diluncurkan pertama kali di Indonesia sebagai model pamungkas, keyakinan bahwa produk tersebut mampu memenuhi selera pasar. Kita boleh berbangga, sudah cukup banyak mobil yang menyandang stempel Origin Country: Indonesia. Bahkan beberapa model juga berstatus world premiere.

Tentu tak mudah melokalisasi komponen dan teknologi pendukungnya. Oleh karenanya, pabrikan pasti punya hitungan masing-masing sebelum memutuskan untuk berinvestasi dengan melokalkan produknya. Survey pasar menjadi penting, mengingat masyarakat Indonesia punya karakteristik tersendiri, yang mengutamakan value for money.

Hingga kini kelas LCGC (Low Cost Green Car) punya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) paling besar, telah mencapai 80-90%. Sedangkan di segmen mobil lainnya masih berkisar 60%. “Kami akan terus mendorong hingga 90% dengan basis bahan baku plastik dan baja,” bilang Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI.

Demi mewujudkan hal tersebut, pastinya ‘pemain’ otomotif dituntut meningkatkan investasi yang ujungujungnya menyuguhkan paket lengkap bagi konsumen, sehingga tak cukup jualan dengan memanjakan harga, fitur dan teknologi, tapi harus all out memikirkan aftersales serta resale value nantinya. Sebagai gambaran, tercatat ada berbagai model mobil yang sudah dirakit di dalam negeri alias CKD (Completely Knock Down), tak hanya dipasarkan di tanah air namun juga dikapalkan ke berbagai Negara. Berikut ini data penjualannya (wholesales) periode Januari- November 2018.

Tabloid OTOMOTIF dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI