Sunaryati Hartono, Prof. Dr. C.F.G. S.H.

Walaupun Sunaryati lahir di Medan, namun setelah berumur empat bulan orang tua Sunaryati pindah ke Makassar, di mana ayahnya sebagai salah seorang anggota pendiri Partai Nasional Indonesia (bersama-sama dengan Ir. Soekarno dan Dr. Samsi) meneruskan upaya sosialisasi (mengajak dan menyadarkan masyarakat setempat) untuk bersama-sama menganggap dirinya orang Indonesia dan karena itu menjadi anak bangsa Indonesia (Indonesian nationbuilding) dan memupuk kesadaran berbangsa satu untuk kelak mendirikan negara baru Republik Indonesia.

Tentu saja profesi resminya bukan politikus, tetapi pengacara pada Landraad dan Hoog Gerechtshof di Makassar.

Untuk juga menyumbangkan pikiran dan tenaganya menuju Indonesia Merdeka, ibu Sunaryati, yang sehari-hari disebut Dien, juga mulai mengajar di sekolah dasar Taman Siswa, di mana salah satu muridnya adalah Manai Sophiaan, ayah Sophan Sophiaan, yang hingga akhir hayatnya tetap setia pada cita-cita bangsa dan bahkan kepada partai PNI (yang asli).

Namun, agar mendapat pendidikan yang terbaik orang tua Sunaryati, terutama atas kehendak ibunya, disekolahkan di Fröbelschool Katolik di Ujung jalan, Arendsburg juga karena kebetulan dua gurunya, Mère Romana dan Mère Amarenzia juga mengajar di Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar (ruropese Lagere School) Katolik itu.