Digitalisasi koperasi harga mati

Majalah Peluang - Edisi 114
9 September 2019

Majalah Peluang - Edisi 114

Kolaborasi dapat menjadi solusi untuk mengatasi modal cekak dalam investasi teknologi.

Peluang
Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas keseharian. Mulai dari yang serius seperti bisnis, pekerjaan sampai yang sifatnya recehan. Bahkan bagi sebagian pihak, internet merupakan “nyawa” kehidupan. Sehingga wajar, penetrasi internet yang menjadi basis ekonomi digital terus menanjak.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018 menyebut, penetrasi internet mencapai 64,8% atau 171,17 juta pengguna dari 264,16 juta penduduk Indonesia. Jumlah pengguna internet itu meningkat dari survei yang sama tahun sebelumnya sebanyak 54,68%, atau 143,26 juta jiwa.

Pertumbuhan pengguna internet menjadi potensi bagi berkembangnya ekonomi digital. Pemerintah telah mencanangkan target nilai bisnis ekonomi digital Indonesia mencapai USD 130 miliar atau setara Rp 1.730 triliun pada 2020. Target itu sejalan dengan riset Google dan Temasek, yang menyebut Asia Tenggara memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar mencapai USD200 miliar atau Rp2.647 triliun pada 2025.

Besarnya potensi pasar digital seperti data-data diatas ibarat magnet yang dapat menarik benda-benda logam disekelilingnya. Sehingga tidak heran, kini banyak industri yang melakukan investasi besar-besaran untuk menopang transformasi digital. Riset International Data Corporation (IDC) menyebut, pada 2018 belanja pelaku bisnis untuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia sebesar Rp435 triliun. Pada tahun ini, nilainya diprediksi melonjak menjadi Rp465 triliun.

Majalah Peluang dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI