Mukidi Bergegas memasuki sebuah kafe yang penuh sesak pada Sabtu malam. Dilihatnya pria dan wanita duduk di masing-masing meja sambil menikmati makanan dan minumannya. Si Mukidi, yang merasa ada panggilan alam yang memanggilnya dengan kuat, melihat ke sekeliling tetapi tidak bisa melihat apapun yang menyerupai kamar mandi.

Dia melihat sebuah tangga lalu naik ke lantai dua yang sepi dalam usahanya mencari kamar mandi. Tiba-tiba, disaat perutnya terasa mules dan sudah tidak tertahankan dan terancam meletus,...
Baca artikel selengkapnya di edisi 16 September 2019

Radar Selatan dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya koran edisi ini

Senin, 16 September 2019


Artikel lainnya