Tidur di Warung meski Memiliki Rumah Mewah

Oleh Farid Firdaus

Radar Tegal - Edisi 12 Juni 2019

Radar Tegal - Edisi 12 Juni 2019
Seorang pengusaha warteg asal Desa Sidakaton Kecamatan Dukuhturi, Mulyadi, 54, mengaku tidak bisa memastikan kapan awal kemunculan warteg di Jakarta hingga akhirnya menjamur. Tidak hanya di ibukota saja, tetapi juga di kota-kota lain. Jika menurut cerita versi cerita orangtuanya, Mulyadi berujar, kemunculan warteg bermula dari keberadaan orang Tegal di Jakarta yang bekerja sebagai tukang becak. "Saat jadi tukang becak, mereka juga membuka warung kopi lalu meningkat jadi warung nasi. Dari situ kemudian orang-orang menyebut warung...
Baca artikel selengkapnya di edisi 12 Juni 2019

Radar Tegal dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya koran edisi ini

Rabu, 12 Juni 2019
Slawi Raya

Artikel Slawi Raya lainnya