Radar Tegal dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Editorial

Persoalan sampah menjadi masalah klasik hampir di semua daerah. Padahal, sebagian besar sampah justru berasal dari masyarakat itu sendiri. Dan ketika terjadi masalah, masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya. Harus ada shock terapy terlebih dahulu untuk menyadarkan mereka. Sehingga tidak membuang sampah sembarang yang mengakibatkan rusaknya lingkungan sekitar ataupun mengganggu estetika.

Hingga pemerintah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dan resmi disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Senin (8/7) lalu. Warga dibayang-bayangi sanksi yang akan mereka dapatkan ketika melanggar aturan yang tertera dalam perda tersebut. Bahkan, paling berat adalah denda 2,5 juta bagi pelanggaran terkait sampah.

Padahal, permasalahan sampah ini tidak akan terjadi jika warga mau menjalankan hidup sehat khususnya terkait membuang sampah. Kebiasaan ini bisa ditularkan kepada anak-anak sejak dini, sehingga mereka terbiasa hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan dewasa nanti.

Yang pastinya, diharapkan warga tidak hanya takut membayarkan denda tinggi. Melainkan tumbuh kesadaran dari masyarakat itu sendiri bahwa membuang sampah juga bisa merusak bumi.

Juli 2019