Radar Tegal dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Editorial

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sejak awal tahun memperkirakan musim kemarau 2019 ini lebih panjang. Musim kemarau tahun ini juga diprediksi akan lebih kering, dan terasa panas terik dari pada tahun sebelumnya. Kondisi ini juga sudah mulai dirasakan di lingkungan sekitar kita, salah satunya di Kabupaten Brebes.

Sejumlah warga di 41 desa yang tersebar di 12 kecamatan mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Bahkan, ada salah satu desa yang saat ini mengalami kesulitan air bersih sejak tiga bulan lalu.

Selain waspada dengan kekeringan, warga juga diminta memperhatikan kesehatan selama musim kemarau. Sejumlah penyakit khas musim kemarau sudah mengintai kita jika tidak menjaga daya tahan tubuh. Diantaranya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), biasanya hal ini disebabkan debu yang bertebaran dan berpotensi masuk serta mengiritasi saluran pernapasan. Kebiasaan minum air dingin juga meningkatkan resiko infeksi saluran pernapasan.

Selain itu jug waspada terhadap sindroma mata kering atau dry eyes. Gejalanya seperti mata memerah, mata mengganjal, belekan, sensitive terhadap cahaya, pandangan kabur dan air mata keluar terus menerus.

Diare dan penyakit tipus juga kerap menyerang manusia saat musim kemarau. Karena kurangnya air bersih membuat lingkungan relative kotor, dan menjadi tempat berkembang biak kuman penyakit. Hearthstroke juga kerap terjadi karena tingginya suhu yang terpapar lama ke tubuh kita.

Oleh karenanya, jagalah kebersihan lingkungan sekitar. Tak kalah penting menjaga kebersihan diri dan menjalankan pola hidup sehat dengan memenuhi asupan gizi, olahraga dan istirahat yang cukup.

Agustus 2019