Radar Tegal dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Editorial

Penderita penyakit Tuberkolosis atau TBC sudah banyak terjadi di semua daerah. Penderitanya mencapai ribuan orang. Seperti yang ada di Kabupaten Brebes. Jumlah penderita TBC setiap tahun mencapai ribaun.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes jumlah penderita TBC di Kabupaten Brebes mengalami naik turun. Pada 2016, penderita TBC 1.465 kasus. Pada 2017 jumlah penderita 2.609 kasus. 2018, jumlah penderita mencapai 2.642. Sementara pada tahun ini, hingga triwulan II, jumlahnya 1.404 kasus.

Kasus seperti ini tidak boleh dianggap enteng. Sebab, penyakit TBC ini merupakan penyakit menular. Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Organ tubuh yang diserang itu yakni paru-paru. Kemudian ada organ tubuh lain yang dapat terserang penyakit TBC, yaitu tulang belakang, ginjal, atau otak.

Yah, penularan TBC paling umum terjadi melalui udara. Dimana ketika seseorang yang telah mengidap penyakit TBC batuk, bersin, atau berbicara dengan memercikkan ludah, bakteri TB akan ikut melalui ludah tersebut untuk terbang ke udara. Bakteri tersebut akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirup.

Karena itu, pemerintah melalui dinas terkait atau kader-kader kesehatan untuk sering-sering memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait soal cara pencegahan penyakit tersebut. Selain itu memberikan motivasi agar masyarakat dapat menjaga pola hidup sehat dan harus sering mengecek kesehatan jika menderita batuk berkelanjutan.

Ini yang perlu dilakukan. Meskipun penyakit ini menuluar, kita berharap agar para penderita penyakit ini secepatnya dapat teratasi dan yang lain tidak tertular. Sebab, sehat itu mahal.

Agustus 2019