Radar Tegal dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Editorial

Musibah datang kapan saja dan dimana saja. Ungkapan ini sepertinya sangat pas dengan insiden yang terjadi di Kabupaten Brebes, tepatnya di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog.

Dikabarkan, seorang warga Dukuh Kubangbogo, Desa Mendala, ditemukan tewas di sektar pinggir Sungai Pedes. Saat ditemukan, sebagian tubuh pria yang berprofesi sebagai petani ini, tertindih material berupa bebatuan dan tanah.

Diceritakan Kades Mendala, pada hari kejadian, sekitar pukul 07.00, korban berangkat dari rumahnya dengan tujuan mencari kayu bakar.

Diduga saat mencari kayu tersebut, korban berjalan menyusuri sisi tebing setinggi sekitar 10 meter di atas Sungai Pedes untuk memotong ranting sembari menebas semak. Diduga kurang hati-hati, korban menginjak bagian tebing yang dalam kondisi labil. Tebing ambrol dan longsor ke dasari sungai, bersama tubuh korban.

Namun malang nasibnya, selain tubuhnya terhempas di pinggiran sungai, matrial longsor berupa bebatuan yang berjatuhan mengenai tubuh, hingga mengalami luka cukup parah. Disebutkan, ada beberapa warga yang juga petani, kebetulan mendengar suara berdebam seperti benda jatuh. Setelah ditelusuri, sekitar pukul 09.00, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Yang tidak habis pikir, saat ini musim kemarau, sehingga bencana longsor secara logika kecil kemungkinannya terjadi. Namun alam berkata lain, kendati kondisi kering longsor tetap terjadi, bahkan hingga memakan korban jiwa.

Artinya, dalam kondisi apapun, masyarakat harus selalu waspada dan berhati-hati, khususnya dalam hal kebencanaan. Jangan ceroboh dalam melakukan segala hal. Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi semua, khususnya masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana. Selalu berhati-hati dan waspada, serta jangan ceroboh. Mudah-mudahan dengan mawasdiri, bencana dapat dihindari.... aamiin.

Agustus 2019