Radar Tegal dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Editorial

Aksi unjuk rasa di Manokwari, Papua bukan hanya menjadi perhatian warga setempat. Masyarakat di seluruh penjuru tanah air ikut memantau kondisi di sana melalui media massa. Terlepas dari akar permasalahan yang ada, sepatutnya, aksi unjuk rasa bisa dilakukan dengan santun dan tidak perlu melakukan perusakan. Baik fasilitas publik maupun bangunan yang ada di sekitar aksi berlangsung.

Di bulan Agustus yang merupakan bulan bersejarah karena bangsa ini bisa menjadi sebuah bangsa yang merdeka. Kejadian tersebut tentu menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat saat ini.

Bukankah Papua, Aceh, Jawa, Ambon dan wilayah lain merupakan satu kesatuan dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia? Kejadian seperti ini harus mendapatkan perhatian dari pemegang kekuasaan. Jangan sampai bangsa ini justru berkutat dengan persoalan lama, sebuah ketimpangan pembangunan dan persoalan ekonomi yang dinilai masih belum merata.

Tidak bisa dipungkiri, pembangunan di luar Jawa, seperti di Papua saat ini mengalami kemajuan yang signifikan. Semua pihak harus melihat sebuah persoalan melalui perspektif yang lebih luas dan tetap berada dalam koridor hukum sehingga tidak merugikan masyarakat.

Menyampaikan pendapat dimuka umum dijamin oleh undnag-undang, tetapi ada aturan yang harus ditaati agar proses demokrasi dapat berjalan di rel yang sesuai. Alangkah indahnya negeri ini yang memiliki keragaman budaya. Semua menjadi satu untaian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Agustus 2019