Radar Tegal dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Editorial

Kasus kerusuhan yang terjadi di Papua Barat dan Papua menjadi keprihatinan kita bersama. Hanya karena ada berita hoax yang kemudian ada yang memprovokasi, justru menjadikan seakan muncul perppecahan. Bagi sebagian kalangan yang berkepentingan, seperti Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) atau yang ingin Papua merdeka mungkin senang saat Papua ricuh. Namun, bagi bangsa Indonesia, kondisi ini memprihatinkan.

Adanya penumpang saat demontrasi dan berujung ricuh ini harus diperhatikan. Jangan sampai, warga Papua justru mau menjadi korban dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Padahal kita semua adalah saudara.

Yah, Papua dan Papua Barat bukanlah anak tiri, tetapi setara dengan sesama anak bangsa Indonesia. Polri harus menegakan hukum seadil-adilnya. Tangkap para provokator atau perusuh, seperti halnya polisi menangkap saat ada kerusuhan-kerusuhan di daerah lain. Semua ini dilakukan untuk menjaga kestabilan dan kemananan nasional.

Jangan sampai insiden yang terjadi di sejumlah asrama mahasiswa, khususnya di Surabaya dan Malang, yang menjadi pemicu aksi unjuk rasa berbuntut kericuhan di sejumlah daerah di Papua itu terus terjadi. Warga Papua jangan mau diprovokasi. Kita yakin bahwa mereka yang membuat kericuhan adalah ulah oknum yang tidak bisa menahan diri.

Tidak perlu dilanjutkan aksi-aksi yang justru merugikan. Apalagi sampai merugikan persatuan sebagai bangsa. Merugikan persaudaraan sebagai bangsa. Bahkan muncul kerusakan-kerusakan yang sebenarnya sangat disesalkan. Ingat, kita semua bersaudara dan sama-sama anak bangsa. Yakni bangsa Indonesia.

Agustus 2019