Petani Kopi Tolak Pajak 10 Persen

Oleh Albertus Yudi Pratama

Rakyat Bengkulu - Edisi 18 September 2019

KEPAHIANG – Sejumlah petani dan pengusaha kopi di Kabupaten Kepahiang, mengaku keberatan atas aturan yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Curup terkait penetapan Pengusaha Kena Pajak (PKP) kepada para pelaku usaha kopi di Kabupaten Kepahiang. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditetapkan sebesar 10 persen untuk tiap transaksi jual beli kopi.

Riki (37), anggota Kelompok Tani Kepahiang Alami mengatakan para pelaku usaha kopi keberatan dengan kewajiban pajak yang tinggi tersebut. Hal ini disebabkan lantaran harga komoditi...
Baca artikel selengkapnya di edisi 18 September 2019

Rakyat Bengkulu dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya koran edisi ini

Rabu, 18 September 2019


Artikel lainnya