Apotek Setop Jual Obat Ranitidin

Oleh Hasrul

Rakyat Bengkulu - Edisi 10 Oktober 2019

BENGKULU – Pemilik apotek di Kota Bengkulu mengaku belum mendapat edaran dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu terkait ditariknya peredaran obat Ranitidin karena diduga tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA).

Kendati demikian, sejumlah pemikik apotek sudah mulai berhenti menjual obat untuk penyakit tukak lambung tersebut. Dari beberapa apotek yang ditemui RB menyebut, mereka sudah menghentikan proses penjualan obat ranitidin sejak mendapatkan informasi yang ramai di media sosial (medsos).

“Kalau pemberitahuan resmi belum ada, namun sejak...
Baca artikel selengkapnya di edisi 10 Oktober 2019

Rakyat Bengkulu dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya koran edisi ini

Kamis, 10 Oktober 2019


Artikel lainnya