Ekspor Ditahan, Penerimaan Bea Naik

Rakyat Bengkulu - Edisi 16 November 2019

JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencatat lonjakan bea keluar ekspor bijih (ore) nikel. Itu terjadi kali pertama pada September. Tepatnya setelah pemerintah mengumumkan rencana moratorium ekspor bijih nikel. Oktober lalu lonjakan masih terjadi.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, penerimaan bea keluar nikel hingga 31 Oktober menjadi Rp 1,1 triliun. ”Selama 2018 penerimaan nikel mencapai Rp 659 miliar,” katanya. September penerimaan nikel mengalami pertumbuhan sebesar 191,41 persen jika...
Baca artikel selengkapnya di edisi 16 November 2019

Rakyat Bengkulu dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya koran edisi ini

Sabtu, 16 November 2019


Artikel lainnya