Tampilkan di aplikasi

Sambung silaturahmi di hari fitri

Majalah Risalah Hati - Edisi 21
1 April 2024

Majalah Risalah Hati - Edisi 21

Apalagi silaturahmi di hari raya iedul fitri merupakan perkara masyru’.

Risalah Hati
Orang jawa bilang lebaran itu leburan, alias saling melebur dosa. Praktiknya di hari lebaran orang-orang silaturahmi ke rumah kerabat, dimulai dengan mengunjungi orang tua, lalu ke rumah saudara, hingga kerabat yang jauh. Mereka saling jabat tangan, sambil mengikrarkan kata-kata saling memaafkan. “Kosong-kosong, ya”, katanya. Harapannya dosanya sama-sama nol. Dilanjutkan makan-makan lalu pulang.

Bagi orang Indonesia, silaturahmi memang sangat identik dilakukan saat lebaran. Padahal harusnya tidak saat lebaran saja. Bahkan islam menganjurkan bersilaturahmi kapan saja, tanpa terikat waktu, tanpa harus menunggu momen lebaran. Maaf-maafan pun tak disyariatkan hanya ketika lebaran.

Islam sangat memerhatikan urusan silaturahmi. Allah memeringati orang yang memutus silaturahmi dengan adzab dan laknat. Allah berfirman, “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS.

Muhammad: 22-23) Al-Qurtubi rahimahullah di dalam tafsirnya mengatakan, “Semua Millah (ajaran terdahulu) sepakat bahwa hukum menyambung tali silaturahmi adalah wajib dan memutuskannya merupakan sebuah keharaman.” Nabi juga memeringatkan bahwa memutus silaturahmi termasuk dosa besar dan akan disegerakan hukumannya.
Majalah Risalah Hati di aplikasi myedisi reader pada Android smartphone, tablet, iPhone dan iPad.
Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya
DARI EDISI INI