Tampilkan di aplikasi

Mengakui kelebihan santri

Majalah Risalah Hati - Edisi 21
1 April 2024

Majalah Risalah Hati - Edisi 21

Santri

Risalah Hati
Di antara kisah Qur'ani yang menarik untuk dikaji lebih dalam dan diuraikan pelajaran dan hikmahnya adalah kisah Nabi Zakariya dalam mengasuh dan memelihara Maryam. Tepatnya ketika Nabi Zakariya mendengar Maryam mengatakan kalimat inspiratif, yang membuat beliau tersadar dengan kemahakuasaan Allah yang tak terbatas. Kalimat tersebut berbunyi, “Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hisab.”

Maka, setelah menyaksikan sendiri limpahan karunia yang didapatkan Maryam di mihrabnya, dan mendengarkan tutur kalimat yang terucap oleh anak asuhnya; bahwa Allah memberi rizki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan, seketika itu juga Nabi Zakariya berdoa di tempat tersebut. Ia memohon karunia berupa anak shalih dari sisi-Nya, sekalipun beliau sudah renta dan istri beliau mandul. Beliau meminta kepada Allah sesuatu yang sebab-sebab duniawinya sudah tidak bisa diusahakan oleh manusia, tetapi Allah Mahakuasa mewujudkannya. Allah berfirman “Di sanalah Zakariya berdoa kepada Rabbnya seraya berkata, “Wahai Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Ali-Imran: 38).

Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari surah Ali-Imran ayat 38 di atas, di antaranya:
Pertama: bersihnya hati Nabi Zakariya Apa yang disaksikan oleh Nabi Zakariya dari karamah yang didapatkan Maryam di mihrabnya, menunjukkan bahwa beliau menjaga kebersihan hatinya. Beliau sama sekali tidak memiliki sikap hasad dengan nikmat yang dikaruniakan Allah kepada Maryam.
Majalah Risalah Hati di aplikasi myedisi reader pada Android smartphone, tablet, iPhone dan iPad.
Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya
DARI EDISI INI