Tampilkan di aplikasi

Tiga tipe pembaca Al-qur'an

Majalah Risalah Hati - Edisi 21
1 April 2024

Majalah Risalah Hati - Edisi 21

Al-Quran itu mulia dan akan menjadikan mulia orang yang mengamalkannya.

Risalah Hati
Di antara kemuliaan terbesar yang Allah berikan bagi umat ini adalah diturunkannya Al-Quran. Al-Quran meninggikan derajat orang yang membacanya, menghafalnya, dan mengamalkan kandungannya. Orang yang selalu konsisten memerhatikan AlQuran akan menjadi orang-orang yang mulia.

Kendati demikian, tidak semua orang bisa meraih kemuliaan dengan Al-Quran. Manusia sebagai makhluk lemah dan memiliki hawa nafsu terkadang lupa untuk apa sebenarnya tujuan Al-Quran diturunkan. Akibatnya Al-Quran justru tidak ditadabburi, namun dijadikan alat untuk mencari dunia sekehendak nafsu.

Abu Sa’id Al-Khudri RA pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Pelajarilah Al-Qur’an dan mohonlah kepada Allah surga dengannya sebelum ia dipelajari oleh suatu kaum yang hanya ingin mencari keuntungan dunia. Sebab, ada tiga tipe orang yang mempelajari Al-Quran; seorang yang mempelajarinya untuk membanggakan diri, seorang yang mempelajarinya untuk mencari makan, dan seorang yang membacanya karena Allah semata.” (HR. Ibnu An-Nashr).

Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu An-Nashr dalam kitab Qiyam Al-Lail, hlm. 74 ini dimuat dalam As-Silsilah As-Shahihah Vol. 1, hlm. 463, no. 258 dan dinilai sebagai hadits Jayyid oleh syekh Al-Albani karena memiliki penguat dari riwayat lain seperti Bukhari dalam ‘Khalqu Af’al Al-‘Ibad’ (hlm. 96), Al-Baihaqi dalam ‘Syu’abul Iman’, dan Al-Hakim (4/547).

Nyatanya, ada beragam tipe manusia dalam berinteraksi dengan Al-Quran. Bukhari dalam ‘Khalqu Af’al Al-‘Ibad’ (hlm. 96), Al-Baihaqi dalam ‘Syu’abul Iman’, dan Al-Hakim (4/547).
Majalah Risalah Hati di aplikasi myedisi reader pada Android smartphone, tablet, iPhone dan iPad.
Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya
DARI EDISI INI