Pelesir di tanjung pura

Tabloid Saji - Edisi 349
10 Maret 2016

Tabloid Saji - Edisi 349
Saji
Bersantap Ikan Baung di dalam Gulai Lemak. Tanjung Pura letaknya 60 kilometer sebelah timur Medan. Daerah ini diapit oleh sungai Sei Wampu dan sungai Batang Serangan. Tak heran kalau daerah ini kaya akan hasil ikan sungai. Dalam perut sungai yang bermuara ke laut itu terdapat ikan jurung, ikan baung, lembeduk, dan udang galah yang bentuknya menyerupai lobster. Ikan-ikan sungai ini menjadi primadona mereka yang plesiran ke Tanjung Pura. Saji meliputnya untuk Anda.

LESEHAN PANEMBAHAN Jl. Binjai Desa Cempa Kecamatan Hinai Telp 061-8961794. Semua jenis ikan sungai Wampu yang biasanya ditangkap oleh nelayan disediakan di Lesehan Panembahan yang saat ini merupakan restoran yang paling besar di wilayah Tanjung Pura.Mulai dari ikan jurung, baung, lembeduk dan udang galah. Ikan-ikan ini dimasak dalam aneka rupa hidangan. Mulai dari bakar, gulai asam, gulai lemak, asam manis, stim, dan dimasak taoco

Pengunjung bisa memilih ikan yang masih hidup dan menentukan olahannya.Harganya dihitung berdasarkan berat ikan. Menurut Joenanta, Manager Lesehan Panembahan, gulai asam manis dan gulai lemak paling diminati oleh pendatang. Kedua jenis masakan tersebut merupakan menu khas Tanjung Pura yang penduduknya mayoritas etnis Melayu. “Kita menghadirkan menu-menu yang merupakan masakan yang familiar di rumah penduduk daerah sini,” ucapnya.

Dalam satu porsi gulai lemak berisi satu ekor ikan baung utuh di dalam kuah santan kuning yang dibuat dari campuran kunyit, cabai, bawang merah, dan kemiri. Harganya hanya Rp 50 ribu dan bisa disantap oleh 3 orang. Sementara di kalangan masyarakat lokal, menu yang paling laris adalah ayam bakar dan ayam penyet. “Pelanggan paling senang dengan sambal terasi yang kami sajikan. Malah banyak pelanggan yang memesan sambal terasi kita untuk dibawa pulang,” papar Joe.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI