Croque monsieur

Tabloid Saji - Edisi 349
10 Maret 2016

Tabloid Saji - Edisi 349
Saji
Namanya luar biasa keren. Penyebutannya bisa jadi sulit untuk sebagian dari Anda yang tak pernah mendengarnya. Corque monsieur dibaca “krok mesiyeu. Kudapan ini tak lain dari sandwich isi keju dan daging olahan yang dipanggang. Perbedaannya dengan roti panggang lainnya, rotinya dibuat lembut, bukan seperti roti tawar biasa. Roti yang lembut ini dibuat dengan banyak telur, susu, dan mentega.

Apalagi bedanya dibanding roti panggang sejenis? Roti ini dioleskan saus putih (béchamel sauce) di bagian dalam dan bagian atas roti. Di atas olesan ini ditaruh daging olahan dan taburan keju. Setelah dipanggang, roti bukan hanya berwarna kecokelatan, tetapi juga ada lapisan yang kering yang berasal dari saus putihnya. Croquet monsieur yang asli menggunakan roti gruyere. Tetapi kita bisa menggunakan keju cheddar atau keju cepat leleh.

Hidangan yang boleh dibilang sangat sederhana itu konon diciptakan tanpa sengaja. Seorang pekerja meninggalkan roti berisi keju dan daging olahan ini di atas pan dalam keadaan digoreng. Ketika kembali keju sudah meleleh. Dan hasilnya enak

Namun orang yang lain menyebutkan, sandwich bakar yang sudah disajikan di sebuah kafe di Paris sejak tahun 1910 ini, asalusul tadi hanyalah legenda, bukan fakta. Yang jelas kata “croquet” bisa diartikan “gigitan”, bisa juga renyah.

Yang harus diperhatikan ketika membuat roti ini adalah: • Rotinya harus lembut. Kalau tak bisa membuat sendiri, pilih roti yang lembut. • Sedapat mungkin mendapat roti tawar yang sedikit lebih tebal. • saus putih yang enak. • Berani memberi keju.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI