Bersaing lewat berbagai isi dan kelembutan

Tabloid Saji - Edisi 351
7 April 2016

Tabloid Saji - Edisi 351

Enak saja tak cukup untuk memanggil pembeli datang membeli makaroni panggang yang kita buat. Para pembeli selalu meminta “lebih”saat mengeluarkan uang dari dompet mereka. Itu sebabnya para penjual makaroni panggang mencoba memberi nilai tambah pada makaroni buatannya yang memang sudah enak. Entah dengan menawarkan isi yang beragam atau kelembutan makaroni berkat tambahan banyak krim atau susu. Nah, simak gaya mereka. Siapa tahu bisa dijadikan inspirasi ketika membuka usaha sejenis.

Saji
Macaroni House. Penuhi Kebutuhan Spesial Di Makaroni House, sejak 2011 sang pemilik Clara Carolina (40) menyediakan berbagai varian maKaroni panggang. Selain menjamin kelezatan rasanya, Clara juga fleksibel memenuhi kebutuhan konsumennya. Ia kerap memenuhi permintaan khusus, salah satunya makaroni panggang with soya milk. “Awalnya dari permintaan konsumen yang punya anak yang alergi susu sapi,” ungkapnya.

Clara mengganti susu sapi dengan susu kedelai homemade tawar untuk dicampurkan bersama makaroninya. Clara pun membiarkan konsumen memilih isiannya. Ada ayam, smoked beef, atau sayuran. Clara juga terpikir membuat menu khusus bagi para vegetarian. Ia tak menambahkan daging hewani ke dalam makaroninya, melainkan diganti jamur shitake, horenzo, atau bayam Jepang. Bawang pun tak diimbuhkan. Varian yang dinamai veggie delight ini juga digandrungi para ibu untuk anaknya yang kurang doyan sayur.

Clara menutup permukaan makaroninya dengan mozzarella impor khusus sebelum dipanggang sekitar 45 menit agar teksturnya lembut. “Saya pakai mozzarella agar makaroni tetap moist. Tapi jika konsumen menghendaki. tanpa mozzarella sama sekali, teksturnya akan lebih kering,” ujarnya. Makaroni with soya milk dan varian veggie delight berukuran 10 cm x 19 cm dibanderol Rp 95 ribu. Menu spesial ini belum bisa dijumpai di gerainya, melainkan harus memesan khusus paling tidak sehari sebelumnya secara online.

Mon Du, Tekstur Creamy & Keju Melimpah Semula Stephanie Hana (24) sering tak puas tiap menyantap makaroni panggang di restoran. Ia lantas membuat sendiri makaroni yang lebih krimi dengan keju melimpah. Hana pun merasa puas karena lebih sesuai dengan seleranya. Ia langsung terpikir membuka usaha dengan konsep krimi yang ia andalkan untuk makaroni panggang yang dinamai Mon Du. Ia menawarkan makaroni panggang krimi dengan keju melimpah. Salah satu yang jadi primadona ialah varian cheese broccoli. Brokoli ia cincang halus hingga membaur dengan makaroni dan kejunya.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI