Pasta kangen, Jakarta "lejitkan puluhan gerai pasta dengan konsep unik"

Tabloid Saji - Edisi 352
25 April 2016

Tabloid Saji - Edisi 352

Ternyata pizza atau pasta yang dikenal sebagai produk mahal, bisa juga dijual dengan harga miring. Adalah Hernando Yudha Setiawan (31) yang mencoba menjajakan pizza dan pasta di dalam gerobak. Ternyata upayanya itu berbuah manis. Usahanya bukan saja mendatangkan pembeli, tetapi juga mendatangkan banyak mitra yang bersedia menjajakan kedua hidangan tersebut.

Saji
Menurut Venji, sejak awal ia sudah melihat usahanya bakal menguntungkan. “Pasta dan pizza cukup disukai orang Indonesia dan tidak termasuk menu musiman yang cepat menghilang,” jelanya. Namun untuk membuat menu khas Italia ini menjadi bisnis yang cukup menguntungkan, tentu ada strategi yang harus dilakukannya. Salah satu yang terpenting ialah menciptakan konsep yang unik dan matang. Menu untuk Menggelitik Salah satu strategi yang dilakukan Venji adalah memberi nama-nama unik pada masakan yang dijualnya.

Sebagai contoh ia mengganti nama “spaghetti Bolognese” menjadi “spaghetti bini muda”. Namun tidak berhenti di situ. Ia juga mengutak-atik sajian dengan tambahan irisan kentang tipis dan bawang bombay ke dalam saus Bolognese. Tentu tak lupa taburan keju. Ada lagi nama lain yang tak kalah unik. Pasta fusilli dengan saus barbeque dihadirkan Venji dengan nama menu ‘fusilli pacar simpanan’. Venji juga menghadirkan sajian populer khas Italia lainnya, seperti pizza. Ada ‘pizza daging selingkuhan’ yang bertoping paprika, bawang bombay, mayones, keju, sosis, dan daging sapi.

Inovasi pizza manis juga dihadirkan Venji di gerainya. Pizza Cokelat Mantan, yaitu pizza berselai cokelat plus taburan keju. Kalau berminat yang lain, pilih pizza dengan selai stroberi yang ia beri nama Pizza Strawberry Bokin. Di kedai milik Venji kita juga akan menjumpai menu burger. Jangan bayangkan burger disandingkan bersama patty daging. Ia mengganti patty daging dengan isian cokelat keju atau stroberi keju, yang ia beri nama tak kalah unik, yakni burger murtad alias burger tanpa daging. Strategi berikut,”Saya tak mematok harga tinggi untuk semua produk,”ungkapnya. Harga tiap produk yang ditawarkan betul-betul tak menguras kantong. Hanya Rp 7 ribu hingga Rp 17 ribu sehingga bisa menjangkau semua kalangan

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI