Yuk, mudik sambil makan enak nikmati sate maranggi hingga Soto hollywood

Tabloid Saji - Edisi 358
16 Juni 2016

Tabloid Saji - Edisi 358

Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi jalur perlintasan sibuk kala mudik. Sambil mudik, sempatkan mampir di beberapa tempat, mencicipi beragam kuliner enak. Hidangan lezat layak kunjung itu sudah SAJI rinci di sini.

Saji
Sate Maranggi Plered. Sate maranggi boleh jadi merupakan kuliner paling terkenal di Purwakarta. Begitu pula sate maranggi khas Cibungur yang menyajikan sate sapi manis dengan cocolan sambal tomat pedas yang sangat terkenal itu. Namun ternyata sate maranggi tak hanya ada di Cibungur. Di daerah Plered, di bagian selatan Purwakarta, juga terdapat pusat penjualan sate maranggi. Di sepanjang jalan raya Plered menuju pasar Plered, banyak kedai sate maranggi di kanan dan kiri jalan.

Rata-rata semuanya berbentuk saung lesehan. Ada yang buka pagi hingga sore, tak sedikit juga yang buka mulai sore hingga malam hari. Salah satunya kedai sate milik Kang Eman (38) yang sudah 8 tahun berjualan sate maranggi Sate maranggi menggunakan daging has dalam yang empuk serta selipan lemak paha. Eman menyebutnya daging lamusir dan lemak lamur. Keistimewaan lemak lamur, tidak mencair meskipun dipanggang di atas bara. Daging dan lemak ini kemudian dipotong-potong kecil dan dibumbui beragam rempah seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, garam, dan gula merah. “Daging harus direndam dulu minimal satu jam sebelum ditusuki,” jelasnya.

Soto Hollywood, Soto ini menjadi salah satu favorit warga Yogya jika sedang melintas di jalan Kaliurang. Bayangkan saja, dengan uang Rp 7 ribu saja, semangkuk besar soto yang mengepul panas sudah terhidang. Saat dinikmati, kuah soto berwarna kecokelatan ini beraroma jahe yang cukup kuat Seporsi soto berisi nasi yang diberi bihun, taoge pendek, irisan tahu pong, wortel, dan suwiran ayam. Setelah diguyur kuah soto, ditaburi bawang goreng dan seledri. Hm.. soto nikmat ini siap disantap. Jika ingin nasinya disajikan terpisah dengan kuahnya juga bisa. Penyajiannya dilengkapi sambal, kecap, dan jeruk nipis. Keripik tempe renyah, dan sate jeroan ayam. Kedai ini buka mulai pukul 05.30 – 13.00. Jadi saat sarapan suasananya sangat ramai meskipun sudah dilengkapi 100 kursi. Nama unik pada kedai ini berasal dari nama daerah Pathuk, tempat Aris berasal.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI