Bantul, daerah istimewa Yogyakarta, gudeg manggar dan sambal belutnya bikin keta

Tabloid Saji - Edisi 359
12 Juli 2016

Tabloid Saji - Edisi 359

Berada di bagian selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kawasan Bantul sangat lekat dengan sejumlah lokasi pariwisata populer, seperti Pantai Parangtritis dan Makam Raja-raja di Imogiri. Kendati jaraknya cukup dekat dengan kota Yogyakarta, namun Bantul menyimpan aneka kuliner lezat sekaligus unik yang bisa dicicipi sambil berwisata ke berbagai tempat menarik. / Foto : visual Bayu P.

Saji
Sambal Welut Pak Sabar, Di warung milik Pak Sabar ini menyediakan sambal belut sebagai hidangan andalannya. Belutnya digoreng terlebih dulu lalu diambil durinya dan dilumatkan bersama bawang putih, kemangi, garam, dan cabai hijau. Untuk menghilangkan bau amis belut sekaligus memberi aroma dan rasa segar, ditambahkan kencur ke dalam sambal. Sambal belut yang nikmat ini dihidangkan bersama lalapan irisan mentimun dan daun kemangi. Sambal belut juga berjodoh dengan tumisan sayur berkuah manis mirip tongseng, oseng-oseng, serta belut, ikan kuthok (ikan gabus), atau wader (ikan sungai) yang digoreng garing dan renyah.

Uniknya, di warung berkapasitas 100 orang ini diberlakukan minimal pemesanan berdasarkan kilogram. Contohnya, belut dihargai Rp 130 ribu per kilogram. Satu kilogram belut cukup untuk 5-7 orang. Sambal belut atau belut goreng, minimal pembelian 1 ons. Dan tumisan sayur, minimal pembelian 1/2 kilogram. Aturan ini juga berlaku bagi jenis ikan lainnya. Untuk ikan wader harganya Rp 60 ribu per kilogram. Ikan gabus Rp 110 ribu per kilogram. Meski terkesan agak rumit, pengunjung tak perlu bingung. Untuk menentukan jumlah pesanan, pelayan akan membantu mengira-kira jumlah yang sebaiknya dipesan, sesuai kebutuhan pegunjung.

Mangut Lele Asap Mbah Marto, Terletak di sebuah perkampungan, lokasi warung mangut lele asap Mbah Marto (91) agak sulit ditemukan. Namun proses pencarian yang sulit sepadan dengan kelezatan hidangan yang disajikan. Warung Mbah Marto yang sudah ada sejak 1989 ini memiliki sajian khas mangut lele asap. Mbah Marto sangat berpengalaman mengolah lele asap menjadi mangut yang lezat. Ia pertama kali memasak mangut lele asap pada 1945. Di kala itu, seporsi nasi mangut lele asap dijual 5 sen. Berbeda dengan mangut lele kebanyakan, bumbu mangut Mbah Marto dominan rasa pedasnya. Kuahnya sangat kental dan berwarna merah menyala, berkat penggunaan cabai yang melimpah.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI