Ragam kuliner lampung, gurihnya gulai taboh hingga sambal seruit

Tabloid Saji - Edisi 364
9 September 2016

Tabloid Saji - Edisi 364

Olahan keripik pisang selalu disebut saat membahas kuliner khas Lampung. Namun kekayaan kuliner ujung selatan Pulau Sumatera ini ternyata jauh lebih banyak. Ada gulai taboh nan gurih, pindang baung, hingga uniknya sambal seruit. Ayo, kita coba semuanya.

Saji
Dapur Tatu Rumah makan berkonsep lesehan ini menawarkan beragam sajian khas Lampung yang dibuat dadakan sehingga terasa betul kesegarannya. Rumah makan milik Liza Mutiara yang dikelola bersama sang suami, Doni, menyajikan semua masakan ini secara dadakan. “Jadi terasa betul bahan-bahannya segar, mulai dari ikan, lalapan, hingga sambalnya,” jelas Liza yang akrab disapa Tatu ini. Sambal seruit adalah menu yang wajib dicoba.

Sambal ini unik karena disajikan menggunakan banyak komponen. Di antaranya sambal terasi, biji timun, tomat rampai (sejenis tomat kecil), jeruk limau, tempoyak (fermentasi daging durian), ditambah kuah pindang dan terong bakar. Semuanya diaduk menjadi satu dan digunakan sebagai cocolan ikan bakar. Rasa pedas, asam, manis, dan gurih pindang menjejakkan rasa kompleks yang luar biasa di lidah. Sekeranjang lalapan pun disajikan sebagai pelengkap. Isinya tak kalah unik, seperti kepuh (kunyit putih), julang-jaling (sejenis pete berkulit hitam), oyong rebus, timun, kemangi, tomat, hingga luku-luku, yaitu sejenis rumput laut renyah.

Masih ada beragam kuliner lainnya yang cukup mirip dengan Palembang, seperti pindang baung/ patin/sapi/simba, beragam sajian tempoyak, hingga beragam sambal, seperti sambal rampai (romat), kueni, hingga sambal nanas. Harga menunya dipatok mulai Rp 30 ribu – Rp 60 ribu. Anda bisa berkunjung mulai pukul 11.00 – 22.00. Encim Gendut Kedai Encim Gendut juga sedang ramai dibicarakan di Lampung. Tak lain karena sajiannya menawarkan menu rumahan serta suasana kedai yang cukup nyaman dan bergaya anak muda. Salah satu camilan yang paling banyak diburu di kedai Encim Gendut adalah sunpan. Sajian bernuansa oriental ini terlihat seperti pempek yang banyak dijual di Lampung. Namun ternyata berbeda. Meskipun adonan kulitnya cukup mirip pempek, namun hanya menggunakan sagu dan air.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI