Pempek merah muda, udangnya sungguh terasa

Tabloid Saji - Edisi 365
15 September 2016

Tabloid Saji - Edisi 365

Bahwa pempek merupakan salah satu kuliner paling populer di Palembang, Anda pasti sudah tahu. Tetapi pempek yang berwarna merah muda, pasti mengejutkan, bukan? Nah, pempek unik ini sekarang cukup bikin heboh di Palembang

Saji
Sudah setahun belakangan pempek pink menghebohkan jagad pempek di Palembang. Warnanya yang pink menggoda berbanding lurus dengan rasanya yang gurih dan lezat. “Warna pink pempek buatan saya ini asli karena menggunakan udang, tanpa pewarna tambahan apa pun,” jamin Etty Aristanty (25), sang pemilik usaha Pempek Pink ini. Ragam pempek pink Saat ini Etty memproduksi 5 jenis pempek berbahan udang. Di antaranya pempek lenjer yang memiliki 3 ukuran, yaitu kecil, besar, dan jumbo. Lalu ada varian pempek isi telur kecil, dan pempek telur besar (kapal selam). Satu varian lainnya adalah pempek adaan yang berbentuk bulat.

Pempek ini ditawarkan dengan harga Rp 4.500 per buah untuk pempek berukuran kecil. Sedangkan pempek berukuran besar ditawarkan dengan harga antara Rp 14 ribu – Rp 16 ribu per buah. Khusus pempek lenjer jumbo, harganya dipatok paling tinggi mencapai Rp 45 ribu. “Ukurannya cukup berat bisa mencapai 350 – 400 gram per buah,” imbuh Etty. Saat dicicipi, pempek berwarna merah muda ini benar-benar gurih. Maklum saja, menurut Etty, komposisi daging udangnya lebih besar ketimbang sagu yang menjadi campurannya. Untuk 1 kilogram udang giling, ia hanya menggunakan kira-kira 700 gram sagu untuk campurannya. “Jadi komposisi udangnya tetap lebih besar agar rasa gurih khas udang tetap dominan,” papar perempuan ramah ini.

Disandingkan kuah cuko nan kental dan pedas, rasanya semakin meledak di mulut. Agak sulit berhenti mengunyah pempek lezat ini. “Untuk cukonya pun gulanya langsung saya ambil dari daerah Curup, karena daerah inilah penghasil gula aren dari Rejang Lebong, Bengkulu,” imbuhnya. Keunggulan rasa pempek ini selain karena udang yang gurih, Etty juga menggunakan udang segar yang dipasok dari kampung halamannya di daerah pantai timur, Desa Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). “Di sana banyak petambak udang.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI